atas

Dari Sampah Tercipta Produk Kerajinan

Kamis, 04 Apr 2019 | 10:33:09 WIB, Dilihat 233 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Dari Sampah Tercipta Produk Kerajinan Pelatihan Bank Sampah yang digelar ARI di Josari Sleman. (istimewa)

Baca Juga : Tidak Perlu Berdiri Semua Kebagian..


KORANBERNAS.ID – Sampah tidak selamanya jadi masalah. Dengan teknik-teknik tertentu, sampah bisa menjadi berkah. Inilah yang dilakukan Akademi Relawan Indonesia (ARI), Rabu (3/4/2019) silam, di Kampung Josari Sleman.

Para relawan melatih ibu-ibu mengolah sampah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi. Ini sekaligus sebagai upaya mengurangi sampah apalagi sejak adanya penutupan selama sepekan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul beberapa waktu lalu.

”Permasalahan sampah di Yogyakarta menjadi isu yang ramai diperbincangkan, sampah di beberapa TPS luber hingga ke jalan sehingga mengganggu kesehatan,” ungkap, Andri Perdana, Kepala ARI.

Menurut dia, edukasi berkaitan pengelolaan sampah sangat penting bagi masyarakat. "Kami berharap agar dari pengelolaan sampah ini banyak kampung mulai peduli dengan lingkungan dan menghasilkan pendapatan tambahan dari pengelolaan sampah," tambahnya.

Direncanakan relawan dari MRI-ACT DIY juga ikut membantu mendampingi masyarakat mengambil bagian untuk menyelesaikan persoalan sampah yang dihadapi oleh warga.

Pada kesempatan tersebut, ARI berkolaborasi dengan Project B Indonesia, sebuah lembaga edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi produk kerajinan yang bernilai jual.

Co-Founder Project B Indonesia, Yebi Yuliandala, mengatakan, 75 persen sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan dibuang ke TPST berasal dari sampah rumah tangga dengan berbagai jenis sampah mulai dari organik, plastik, kaca dan logam.

Dia mencontohkan, sampah botol air mineral jika tidak dikelola dengan baik dapat dijual Rp 500-Rp 1.000 per kilogram. “Akan tetapi jika dipisahkan antara tutup dan botol plastiknya bernilai Rp 2.000 sampai Rp 3.000 setiap kilogramnya," kata dia.

Pada edukasi ini, warga Kampung Josari dilatih membuat produk-produk berkualitas dan elegan dengan bahan baku yang terbuat dari sampah plastik yang memiliki nilai jual.

Pelatihan diakhiri dengan komitmen masyarakat di Kampung Josari menginisiasi Bank Sampah, untuk mengelola sampah dan membuat berbagai produk kerajinan dari sampah, sekaligus mengurangi dampak negatif ke lingkungan. (sol)



Kamis, 04 Apr 2019, 10:33:09 WIB Oleh : Sholihul Hadi 298 View
Tidak Perlu Berdiri Semua Kebagian..
Kamis, 04 Apr 2019, 10:33:09 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 735 View
Berburu Broadway di Kota Batu
Kamis, 04 Apr 2019, 10:33:09 WIB Oleh : Sari Wijaya 294 View
Slamet Tidak Ingin Kasusnya Dipolitisasi

Tuliskan Komentar