atas1

Daerah Tanpa Internet Justru Dicari

Selasa, 18 Jun 2019 | 15:57:08 WIB, Dilihat 384 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Daerah Tanpa Internet Justru Dicari Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat menjadi narasumber Sosialisasi Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Selasa (18/5/2019), di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Indahnya Cincin dari Batok Kelapa


KORANBERNAS.ID – Belakangan ini sudah ada kecenderungan kalangan jetset atau kelompok tertentu yang ingin menikmati daerah-daerah yang sama sekali belum tersentuh internet.

Mereka adalah orang-orang kaya sekelas pimpinan perusahaan besar dan saat datang ke Yogyakarta minta dicarikan lokasi (penginapan) yang sama sekali tidak ada akses internet.

“Untuk turis CEO (Chief Executive Officer) ke atas sudah menjauhi internet. Kita mencarikan yang tidak ada internet, ternyata harganya mahal,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, saat menjadi narasumber Sosialisasi Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Selasa (18/5/2019), di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta.

Dia didampingi narasumber lainnya yakni Rakhmat Sutopo, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY mewakili Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari dan AKBP Yulianto dari Reskrimsus Polda DIY.

Menurut Eko Suwanto, justru kawasan yang tidak ada akses internet inilah yang dicari oleh kalangan jetset. Untuk mengakomodasi para turis asing seperti itu, ke depan DIY perlu membuat zona.

Di hadapan 75 peserta sosialisasi, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY itu mengakui semua orang saat ini sepertinya memang tidak bisa terlepas dari teknologi informasi atau TI.

Namun demikian sehebat-hebatnya teknologi tidak akan ada gunanya apabila digunakan untuk tujuan tidak baik. Untuk itu, teknologi harus diimbangi dengan moral yang baik.

“Sehebat-hebatnya teknologi, mentalnya harus baik. Hoaks semuanya bersumber dari rendahnya moralitas. Karena itu, jari ini harus punya budi pekerti. Yang terpenting lagi, pemanfaatan dan penggunaan teknologi informasi harus dengan nalar,” ujarnya.

Seraya memperkenalkan aplikasi Jogja Istimewa, Eko Suwanto menyatakan dari aspek pelayanan publik, DPRD DIY memberikan dukungan Pemda DIY yang tahun ini membangun lagi 80 titik free wifi, untuk melengkapi 120 titik free wifi yang dibangun tahun sebelumnya.

“Jadi, tidak usah khawatir kehabisan pulsa saat di Jogja,” ujarnya.

Selain itu, juga pemasangan 200 CCTV, antara lain fungsinya untuk keamanan serta penanggulangan bencana.

Misalnya, untuk antisipasi banjir dipasang CCTV pada delapan titik alur sungai.  “Ini artinya teknologi kita manfaatkan secara positif,” kata dia.

Menjawab pertanyaan mengenai dampak negatif TI, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini mengatakan faktanya sekarang ini memang repot.

Maka dia berpesan apabila sedang dilanda marah segera saja matikan HP. “Kalau tidak, jari ini gatal menyerang orang,” ujarnya.

Sedangkan Rakhmat Sutopo mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan sosial media (sosmed) serta memahami penggunaan internet secara positif untuk meningkatkan kapasitas pribadi dan masyarakat.

Selain itu, juga untuk memahami tata cara dan aturan terkait dunia maya dan sosial media yang sehat dan bermanfaat sesuai UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta memahami cara bijak bermedia sosial dan menyikapi maraknya informasi palsu.

Sementara itu, AKBP Yulianto dari Reskrimsus Polda DIY saat membawakan materinya mengenai mewujudkan kamtibmas melalui penggunaan sosial media yang sehat, menegaskan secanggih apapun teknologi yang ada, tidak bisa mengggantikan peran kehadiran polisi di masyarakat.

Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas Polri untuk mengayomi masyarakat. (sol)



Selasa, 18 Jun 2019, 15:57:08 WIB Oleh : Sari Wijaya 687 View
Indahnya Cincin dari Batok Kelapa
Selasa, 18 Jun 2019, 15:57:08 WIB Oleh : Arie Giyarto 882 View
Usianya 75 Tahun, Gigi Penjual Jeruk Nipis Ini Masih Utuh
Senin, 17 Jun 2019, 15:57:08 WIB Oleh : Nanang WH 555 View
Ratusan Warga Saksikan Rekonstruksi Penganiayaan Berat

Tuliskan Komentar