atas1

Catat, Jogja Punya Stadion Bersertifikat Internasional

Jumat, 11 Jan 2019 | 00:48:11 WIB, Dilihat 467 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Catat, Jogja Punya Stadion Bersertifikat Internasional Peresmian Stadion Mandala Krida Baru dan Pembukaan Kejuaraan atletik BPD DIY Championship ke-4, Kamis (10/1/2018) di Stadion Mandala Krida.(w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Memancing, Pamungkas Terjebur Sungai


KORANBERNAS.ID -- Kabar baik bagi dunia olahraga si Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Stadion Mandala Krida kini telah bersertifikat internasional untuk cabang olahraga (cabor) atletik, yaitu untuk cabor diantaranya lari, lompat tinggi, lompat jauh dan lempar lembing.

"Stadion ini harus dijauhkan dari tangan-tangan jahil yang mengganggu dinamika sportifitas dan merusak kota Yogyakarta sebagai wilayah yang menjunjung tinggi kebudayaan," terang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Peresmian Stadion Mandala Krida Baru dan Pembukaan Kejuaraan atletik BPD DIY Championship ke-4, Kamis (10/1/2018) di Stadion Mandala Krida.

Orang nomer satu di DIY menghimbau agar atlet tidak hanya disiapkan untuk tingkat regional tapi juga untuk tingkat nasional. Selain itu para atlet yang berkiprah di kancah nasional diharapkan semakin banyak dengan menjunjung tinggi nilai sportifitas.

"Sportif itu kan jujur, sportifitas di olah raga kan jujur, tidak korupsi (terkait dengan pengaturan skor-red). Kalau tidak jujur itu merusak moral," papar Raja Keraton Yogyakarta Hadiningrat tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji menjelaskan pembangunan stadion Mandala Krida melalui beberapa tahap mulai 2012 hingga 2018. Sumber dananya menggunakan dana APBD dengan total sebesar Rp 174,447 Miliar. Stadion yang mendapat sertifikat innternasional adalah lintasan untuk cabor atletik.

"Di stadion ini sudah diperbolehkan untuk pertandingan tingkat internasioal, dan kalau sampai terjadi rekor baru, sudah bisa mendapat pengakuan secara internasional," jelas Aji.

Aji menambahkan ,standarisasi bertaraf internasional dilakukan meliputi kualitas lintasan, ukuran lintasan dan kelengkapan pendukungnya. Misalnya untuk lontar martil, dan kelengkpan lainnya yakni lompat tinggi dan lompat jauh.

Arena yg dibangun di Stadion Mandala Krida itu meliputi venue panjat tebing selesai akhir 2016. Oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) digunakan untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asean Games di 2018, berhasil menyumbangkan 3 emas, 3 peras dan1 perunggu.

Venue bola voli pasir begitu selesai digunakan pelatnas dan berhasil menghasilkan 2 perak dan 1 perunggu Asean Games. Ada bola basket outdoor untuk masyarakat yang memanfaatkan kegiatan, arena sepatu roda di halaman barat mandala, arena balap motor sedangkan pembanguan baru meliputi lapangan sepak bola, sirkuit atletik internasional. Sirkuit tersebut sampai sekarang masih yang terbaik di Indonesia. Dilengkapi sarana mushola dan sarana umum lainnya.

"Untuk kegiatan di tahun 2019 meliputi pemeliharaan dari stadion itu," tambah dia.

Aji melanjutkan, pada 2020 stadion akan ditambah dengan pemasangan lampu stadion, kursi tribun, videotron, food court di halaman mandala, agar bisa untuk pertandingan di malam hari. Di dalam stadion, pada sirkuit atletik sedang diselenggarkaan Kejurda Atletik se DIY.
Dikemas dengan label BPD DIY Championship ke 4.

"Harapan saya stadion baru, bisa memberikan pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat," imbuhnya.(yve)

 



Jumat, 11 Jan 2019, 00:48:11 WIB Oleh : Sari Wijaya 432 View
Memancing, Pamungkas Terjebur Sungai
Jumat, 11 Jan 2019, 00:48:11 WIB Oleh : Prasetiyo 407 View
Ketika Wartawan Alih Profesi Jadi Guru
Jumat, 11 Jan 2019, 00:48:11 WIB Oleh : Nila Jalasutra 306 View
Warga Binaan Narkotika pun Berhak Punya e-KTP

Tuliskan Komentar