Sabtu, 05 Des 2020,


cara-unik-mahasiswa-ugm-menolak-omnibus-lawKemah ceria menolak Omnibus Law mahasiswa UGM di sekitar gerbang masuk menuju kampus. (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim

Cara Unik Mahasiswa UGM Menolak Omnibus Law


SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Usai aksi damai penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja dari berbagai kelompok mahasiswa dan pelajar yang dipusatkan bunderan UGM dari siang hingga sore hari, sebagian mahasiswa UGM dari berbagai jurusan melakukan cara unik dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka berkemah (camping) ceria di sekitar gerbang masuk menuju kampusnya.

Acara ini dilakukan untuk menyikapi imbauan rektorat agar mahasiswa UGM tidak melakukan demo dengan turun ke jalan, termasuk dalam aksi Selasa (20/10/2020) siang. Kemah ini merupakan bentuk sindiran terhadap UGM yang menurut mereka berusaha mengebiri gerakan mahasiswanya.

"Kemah ceria ini sudah mendapatkan ijin untuk diselenggarakan. Jadi siapapun mahasiswa UGM yang tertarik untuk berpartisipasi silahkan datang dengan membawa sleeping bag atau tenda sendiri," papar Alamsyah Pangestu, salah satu koordinator acara, saat dihubungi Selasa (20/10/2020) malam.

"Kemah yang dimulai sejak pukul 20:00 WIB ini santai aja kok. Nanti kita masak-masak, ngopi sambil membaca puisi. Tapi ada juga diskusi interaktif antar peserta yang terlibat. Tentunya dengan tema Omnibus Law seperti yang dilakukan teman-teman tadi siang," imbuh mahasiswa Sekolah Vokasi UGM ini.

"Ada sekitar 40-an mahasiswa yang terkonfirmasi mengikuti kemah ceria ini. Hujan lebat yang mengguyur ternyata tidak membuat teman-teman mundur. Kami tetap melanjutkan kegiatan di tenda," terangnya.

Pembicara dalam diskusi malam ini pun, lanjut Alam, tidak ada yang khusus didatangkan sebagai nara sumber. Pihaknya ingin teman-teman lebih spontan dan asyik saja dalam menyampaikan ide dan kritisinya. Mereka pun mengunggah kegiatan ini dengan menggunakan tagar #melawandengansantuy.

Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UGM, Sulthan Farraz, mengatakan bahwa dalam aksi berkemah ini mahasiswa juga menyuarakan tuntutan serupa dengan aksi demonstrasi lainnya, yakni menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menyerukan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR.

"Juga poin pentingnya, kami menolak juga terkait sikap dukungan pihak rektorat terkait UU Cipta Kerja. Kami juga ingin rektorat membuat pernyataan resmi yang jelas dan tegas terkait keberpihakan akan kebijakan ini dan situasi sekarang," tandasnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini