Rabu, 27 Okt 2021,


bupati-sleman-mengunjungi-mbah-saliyah-lansia-yang-tinggal-di-rumah-tak-layak-huniBupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, ketika mengunjungi Mbah Saliyah yang tinggal di rumah tak layah huni, Minggu (19/9/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Bupati Sleman Mengunjungi Mbah Saliyah, Lansia yang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dari balik masker yang dipakainya, raut wajah Mbah Saliyah nampak bahagia saat dikunjungi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Minggu (19/9/2021) siang. Dengan ramah, perempuan berusia 77 tahun warga Guyangan Kajor, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping itu melayani obrolan dengan Kustini sembari membuat anyaman ketupat bersama tetangganya.


Kunjungan Kustini ke rumah Mbah Saliyah kali ini berangkat dari sejumlah aduan di media sosial twitter, Sabtu (18/9/2021). Dalam aduan tersebut, dituliskan jika perempuan berusia 77 tahun itu hidup dengan kondisi yang jauh dari layak dan membutuhkan bantuan.

  • Pergelaran Macapat Massal Libatkan 250 Peserta
  • TMMD Selesai dengan Hasil Memuaskan

  • “Berdasarkan informasi yang saya dapat Sabtu kemarin, hari ini langsung saya respons dengan mengunjungi kediaman Mbah Saliyah untuk memastikan kondisi beliau. Dan ternyata laporan itu benar,” jelas Kustini.

    Dari obrolan singkatnya bersama Kustini, Mbah Saliyah menuturkan bahwa dia tinggal bersama adiknya dengan status warga Sleman (ditinggal meninggal suami). Di usianya yang tak lagi sekuat dulu, Mbah Saliyah masih mengais rejeki dengan membuat anyaman ketupat dan mendapat upah Rp 4.000 per hari.

  • Beragam Masalah Hambat Tumbuhnya BUMDes
  • Tim Mabes TNI Tinjau TMMD Sleman

  • Sehari-hari Mbah Saliyah menempati gubuk yang hanya berukuran kurang dari dua meter persegi. Di dalamnya tidak ada kakus. Terkadang ia harus pergi ke sungai di seberangnya untuk mencuci.

    “Mbah Saliyah ini memang sendiri di sini, tapi ada adik kandungnya. Mbah Saliyah ditinggal suami (meninggal) sudah lama. Mengetahui kondisi Mbah Saliyah, kami dari Pemkab Sleman membantu beliau,” jelas Kustini.

    Setelah berbincang 20 menit, Kustini menyampaikan Pemkab Sleman akan segera membenahi rumah yang ditempati Mbah Saliyah. Selain bantuan rehab, Kustini melalui Dinas Sosial juga memberikan bantuan peralatan rumah dan kebutuhan pribadi.

    "Mbah Saliyah juga akan kami masukkan dalam program Asistensi Lanjut Usia Terlantar (ASLUT). Di mana setiap bulannya beliau akan menerima Rp 150 ribu. Semoga semua bantuan ini bisa meringankan beliau untuk menjalani masa tuanya," kata Kustini.

    Bagi Kustini, Mbah Saliyah dan orang lansia lainnya menjadi contoh yang harus diperhatikan oleh Pemkab Sleman dan masyarakat sekitar. Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Sleman ini meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan kondisi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan.

    "Dengan media sosial ini, kita (pemerintah) merasa sangat terbantu. InsyaAllah semua problem atau laporan akan segera kita respons dengan tinjauan," tegas Kustini.

    Usai penyerahan bantuan, Mbah Saliyah dengan suara terbata-bata menyampaikan rasa terimakasihnya. Dia berharap Kustini mau terus turun ke masyarakat untuk melihat dinamika sosial yang ada.

    "Saya maturnuwun, ibuk sudah mau memperhatikan saya. Tetap semangat bu turun ke bawah. InsyaAllah jalan jenengan barokah dan selalu diberikan kelancaran," kata Mbah Saliyah. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini