Selasa, 20 Apr 2021,


bupati-sleman-meluncurkan-inovasi-layanan-kependudukanBupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan dokumen kependudukan bagi warga Cangkringan yang baru melaksanakan pernikahan. (istimewa)


Nila Hastuti
Bupati Sleman Meluncurkan Inovasi Layanan Kependudukan

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meluncurkan inovasi layanan kependudukan di Kapanewon Cangkringan, Rabu (7/4/2021). Peluncuran tersebut bersamaan dengan acara Mangayubagya Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan ke-8.


Pada kesempatan tersebut Kustini juga membagikan 100  bantuan sosial kepada lansia dan menanam pohon Cangkring di Lapangan kantor kapanewon setempat.

  • Tour de Prambanan Jadi Ajang Promosi Wisata
  • MTQ Bukan Sekadar Ajang Lomba

  • Kustini mengapresiasi program unggulan pelayanan kependudukan yang di-launching tersebut. Dia berharap program itu memberikan kemudahan masyarakat Cangkringan mengurus administrasi kependudukan.

    Dia juga berharap kegiatan tersebut menumbuhkembangkan dan melestarikan kembali kearifan budaya lokal, agar menjadi raja di negaranya sendiri.

  • Siklus Empat Tahunan DBD Diperkirakan Terjadi 2019
  • Ribuan Santri Kelilingi Kantor Pemkab Sleman

  • “Peringatan Boyong Songsong Kecamatan Cangkringan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini untuk melestarikan budaya Jawa. Sudah seharusnya Sleman melestarikan, memajukan kesejahteraan masyarakatnya, tidak hanya dari sisi perekonomian namun juga dari sisi pelestarian dan pengembangan budaya,” kata Kustini.


    Panewu Cangkringan, Suparmono,  Mangayubagya Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan ke-8 menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


    Pihaknya meluncurkan tiga inovasi. Pertama, Inovasi Kado Manten. Masyarakat Kapanewon Cangkringan yang melakukan pernikahan akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang baru.

    “KTP yang baru dengan status yang sudah berubah, Kartu keluarga (KK) yang sudah terpisah dengan orang tua, KK mertua dan KK orang tua. Jadi selesai menikah langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang lengkap,” jelas Suparmono.

    Inovasi tersebut diinisiasi mengingat banyak ditemukan pasangan baru menikah malas mengurus dokumen kependudukan keluarga.

    “Banyak keluarga lupa mengurus dokumen keluarga, ingatnya ketika sudah memiliki anak, hal tersebut menghambat proses pembuatan akte anak,” jelasnya.

    Kedua, 3 jam untuk Sweet 17, yaitu proses pembuatan KTP baru yang cepat bagi warga Kapanewon Cangkringan berumur 17 tahun.

    “Warga datang, kemudian foto, tunggu selesai pulang membawa KTP, proses pembuatan KTP hanya tiga jam selesai,” katanya.

    Inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat berumur 17 tahun membuat dokumen kependudukan. Sejak diuji coba Maret lalu antusiasme masyarakat sangat tinggi. “Awal bulan Maret sudah ada 40 KTP baru, sebelumnya hanya 10-15 KTP,” ungkapnya.

    Ketigam Kapanewon Cangkringan berkomitmen tertib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lunas bulai Mei. Dia sudah berkomitmen bersama Lurah dan Dukuh agar taat dan mempercepat pembayaran PBB tahun 2021. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini