atas1

Bupati Bantul akan Nyoblos Mruput

Sabtu, 13 Apr 2019 | 18:56:53 WIB, Dilihat 347 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Bupati Bantul akan Nyoblos Mruput Bupati Bantul Drs H Suharsono menerima surat C6 (undangan mencoblos) dari KPU Bantul di kediaman Dusun Demangan Desa Bangunharjo Sewon, Sabtu (13/4/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Dengan Cokelat Pemilu Berlangsung Gembira


KORANBERNAS.ID -- Bupati Bantul Drs H Suharsono  menerima surat C6 (undangan mencoblos) dari KPU di kediaman Dusun Demangan, Desa Bangunharjo Kecamatan Sewon, Sabtu (13/4/2019). Penyerahan surat itu disaksikan jajaran Muspika Sewon serta komisioner KPU Bantul.

Orang nomor satu di Kabupaten Bantul tersebut akan mencoblos di TPS 73 sekitar 1 kilometer arah ke utara  dari kediamanya. Selain bupati, yang juga mendapat undangan adalah istri Ny Erna Kusmawati, serta satu orang putranya.

Sedangkan sang menantu, Dilla, yang juga sudah pindah belum mendapatkan  surat C6. “Tadi saya menanyakan untuk menantu saya Dilla belum ada. Tetapi tetap bisa menggunakan hak pilih dengan membawa KTP elektronik pada saat hari H dan mulai dilayani pukul 12:00 seperti tadi disampaikan KPU,” kata bupati.

Pada 17 April dirinya akan berangkat nyoblos mruput sekitar pukul 08:00 karena selanjutnya pukul 09:00 bupati berencana berkeliling untuk melihat pelaksanaan pemungutan suara  bersama Dandim 0729/Bantul, Letkol (Inf) Didi Casidi serta Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK.

“Besok saya  mruput menggunakan hak suara. Setelah itu saya akan memantau langsung pelaksanaan pemungutan suara. Saya berharap masyarakat Bantul menggunakan hak pilihnya,” kata bupati.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho S Ant mengatakan distribusi surat C6 hingga saat ini hampir 90 persen dan dipastikan selesai 100 persen pada 14 April.

Ini adalah surat C6 untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jika DPT tambahan (DPTb) mereka menggunakan formulir A5 atau pindah pemilih dan bagi yang belum terdaftar  bisa menggunakan KTP eletronik pada hari H dan dilayani  mulai pukul 12:00 dan dinamakan DPT Khusus (DPTK).

Untuk DPTK harus mencoblos  di TPS sesuai  alamat KTP. Jika  di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dituju kehabisan kertas suara, akan dialihkan ke TPS yang lain.

”Nanti yang mengarahkan pindah TPS adalah petugas dari TPS yang dituju pertama kali dan harus masih satu desa sesuai alamat KTP,” katanya. (sol)



Sabtu, 13 Apr 2019, 18:56:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 223 View
Dengan Cokelat Pemilu Berlangsung Gembira
Sabtu, 13 Apr 2019, 18:56:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 361 View
TKD DIY Kini Fokus Menjaga Suara di TPS
Sabtu, 13 Apr 2019, 18:56:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 532 View
Ribuan Orang Padati Kampanye Afnan

Tuliskan Komentar