Senin, 18 Jan 2021,


bukan-takut-ternyata-ini-alasan-irjen-asep-suhendar-grogi-disuntik-sinovacIrjen Polisi Asep Suhendar menjadi salah seorang penerima vaksin Sinovac pada pencanangan program vaksinasi. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar

Bukan Takut, Ternyata Ini Alasan Irjen Asep Suhendar Grogi Disuntik Sinovac


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kegiatan pencanangan program vaksinasi, Kamis (14/01/2021), di DIY diawali penyuntikan perdana vaksin Sinovac kepada 15 orang tokoh,  yang berlangsung di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. Salah seorang sosok yang mendapat suntikan vaksin adalah Kapolda DIY Irjen Polisi Asep Suhendar.

“Saya baru selesai divaksin. Sebelum divaksin saya senang karena mendapat (kehormatan) gelombang pertama vaksinasi ini,” ucapnya.


Disinggung apakah dirinya merasa grogi mendapat suntikan vaksin dari tim vaksinator, pria kelahiran 1 Oktober 1964 itu menyebutkan timbulnya rasa grogi adalah hal yang wajar.

Namun, rasa grogi itu bukan karena kurangnya kepercayaan terhadap produk vaksin buatan raksasa farmasi asal Tiongkok. “Ya perasaan itu tetap ada, karena kita sebagai orang pertama dan kemudian ada acara seperti ini ya tetap ada perasaan itu,” ungkapnya.


Kepada awak media, Asep Suhendar selain mendapat kehormatan menjadi salah seorang duta program vaksinasi Covid-19, dirinya berharap, masyarakat tidak perlu takut menerima vaksin yang akan disediakan bertahap oleh pemerintah.

“Saya berharap masyarakat semua ikut vaksin karena ini salah satu upaya pemerintah mencegah penyebaran virus Corona yang selama ini sangat meningkat,” ungkap Kapolda.

Asep Suhendar menambahkan dirinya juga merasa dalam kondisi sehat pasca-disuntik vaksin. Kondisi Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dikhawatirkan, ternyata juga tidak terjadi.

“Dan saya yakin ini akan memberikan imun kepada saya dan kita semua, setelah divaksin ternyata baik-baik saja, dan belum ada efek samping, semoga tidak ada efek samping,” katanya.

Edi Sukoco, salah seroang paramedis RSUP Prof Dr Sardjito yang menjadi tim vaksinator pada kegiatan pencanangan program vaksinasi menyebutkan, tidak ada rasa grogi yang menghampiri ketika melakukan penyuntikan ke sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Ya karena sudah biasa, rasa takut atau grogi itu tidak ada. Malah tadi Anda lihat kami sempat bercanda. Jadi itu supaya yang disuntik merasa nyaman, kami juga nyaman dalam melakukan pekerjaan,” kata Edi.

Sejatinya ada 16 orang yang hendak mengikuti penyuntikan vaksin perdana. Namun Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta berhalangan hadir. Pasca-penyuntikan perdana, pelaksanaan vaksinasi periode pertama di DIY dimulai dan terbagi dalam dua tahapan.

Tahap pertama ditujukan bagi tenaga kesehatan sejumlah 26.624 orang, tahap kedua akan diperuntukkan petugas pelayanan publik, aparat keamanan dan lansia dengan jumlah sekitar 555.290 orang. Periode pertama program vaksinasi ini akan berlangsung hingga bulan April. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini