atas1

BNN Purbalingga Bekuk Dua Pengguna Shabu

Senin, 12 Nov 2018 | 21:16:17 WIB, Dilihat 1066 Kali - Oleh Prasetiyo

SHARE


BNN Purbalingga Bekuk Dua Pengguna Shabu Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Istantiyono S Sos didampingi Humas BNN Awan Pratama (paling kanan) dan Kepala Seksi Pemberantasan Kompol Dwi Budiyanto SH SPd MH menunjukkan barang bukti, menyusul diamankannya dua pengguna shabu. (prasetiyo/koranbernas.id)

Baca Juga : Hati-hati, Kalian Bawa Jenazah Tokoh yang Sangat Dicintai


KORANBERNAS.ID -- Jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga berhasil membekuk dua pengguna obat terlarang jenis Methampethamine (Shabu). Masing-masing berinisial STE (29) dan STO (27), keduanya warga Kecamatan Bobotsari Purbalingga.

Kedua tersangka yang bekerja pada sebuah perusahaan ekspedisi  di Jakarta itu diancam hukuman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara, denda paling sedikit Rp 800 juta serta paling banyak Rp 8 miliar.

Kepala BNN Purbalingga Istantiyono didampingi Kasi Pemberantasan Kompol Dwi Budiyanto dan Humas Awan Pratama, Senin (12/11/2018) di kantornya, mengemukakan upaya membekuk kedua tersangka berawal informasi yang masuk melalui aplikasi media contact center BNN Kabupaten Purbalingga. Pada ruas jalan raya Kaligondang-Purbalingga ditengarai rawan terjadi transaksi narkoba.

"Dari informasi itu, petugas BNN Purbalingga melakukan penyelidikan," ujar Istantiyono.

Pada saat dilakukan penyelidikan, Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 21:00, petugas menjumpai dua orang yang berada di pinggir jalan, tepatnya depan Toko Sega Mas.

Mengingat gerak-geriknya mencurigakan, petugas BNN menghampirinya dan melakukan penggeledahan badan, pakaian dan barang bawaan.

Dari penggeledahan itu,  didapat barang bukti di antaranya satu buah paket yang diduga shabu dengan berat kotor sekitar 0,35 gram.

Barang haram itu terbungkus plastik klip kecil. Juga satu buah bukti transfer ATM, satu unit sepeda motor berikut STNK dan kunci, satu ATM bank, rokok satu bungkus, satu unit telepon genggam, satu korek gas dan tiga sedotan plastik.

Atas kejadian itu, kedua tersangka digelandang ke kantor BNN Purbalingga. "Mereka mengaku, membeli barang haram itu seharga Rp 500 ribu, lalu digunakan bersama," katanya.

Keduanya dijerat hukuman sesuai Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun  2009 tentang Narkotika.

Selain itu juga Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” ujarnya. (sol)



Senin, 12 Nov 2018, 21:16:17 WIB Oleh : Arie Giyarto 4856 View
Hati-hati, Kalian Bawa Jenazah Tokoh yang Sangat Dicintai
Senin, 12 Nov 2018, 21:16:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1155 View
Desa Sinduadi Maju Lomba PKK
Senin, 12 Nov 2018, 21:16:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 667 View
Tim Mabes TNI Tinjau TMMD Sleman

Tuliskan Komentar