atas1

BNN Kota Yogyakarta Latih Mantan Pecandu Jadi Peracik Kopi

Kamis, 14 Mar 2019 | 21:58:24 WIB, Dilihat 1090 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


BNN Kota Yogyakarta Latih Mantan Pecandu Jadi Peracik Kopi Suasana pelatihan peracik kopi bagi mantan pecandu yang digelar BNN Kota Yogyakarta di Hotel Grand Rosela Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Navis, Idol Junior Asal Jogja Buat Album


KORANBERNAS.ID –  Sejumlah 15 orang mantan pecandu, mantan pengedar serta masyarakat rentan penyalahgunaan narkoba, dilatih menjadi peracik kopi atau barista.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta itu berlangsung tiga hari mulai Senin hingga Rabu (11-13/3/2019) di Hotel Grand Rosela Prawirotaman Yogyakarta.

Mewakili Kepala BNN Kota Yogyakarta AKBP Khamdani S Sos,  Kepala Seksi (Kasi) Kasi Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Yogyakarta, Susilo Budisantoso SH MH, menyampaikan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam Rangka Peningkatan Kapasitas bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba pada Wilayah Rawan itu memperoleh respons positif.

Kenapa dipilih peracik kopi? “Pilihan ini berdasarkan hasil musyawarah pada 19 Februari. Semula ada tiga pilihan, dua di antaranya beternak lele dan pelatihan Bahasa Inggris. Kemudian diputuskan pelatihan barista,” ujarnya kepada koranbernas.id.

Selain itu, pilihan tersebut juga didasarkan pertimbangan mengingat Kampung Turis kawasan Prawirotawan dan sekitarnya banyak terdapat turis asing yang menginap.

Di tempat itu pula terdapat 61 kegiatan usaha semacam kafe. “Diharapkan nanti peserta bisa melu nyambut gawe di situ sebagai peracik kopi,” tambahnya.

Pada pelatihan kali ini BNN Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Jogja Tourist Training Center (JTTC) yang menurunkan para pelatih barista untuk membimbing para peserta. Peserta praktik langsung meracik kopi maupun mengoperasikan mesin penggiling kopi.

“Respons dari peserta bagus, karena kami juga ada pendampingan dari RW setempat. Pak Lurah juga aktif memberikan dukungan,” kata Susilo Budisantoso.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh BNN Kota Yogyakarta ini merupakan pelatihan tingkat dasar. Diharapkan kegiatan itu dilanjutkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta maupun Pemda DIY.

Susilo Budisantoso menambahkan ada tiga tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini. Pertama, untuk memutus ketergantungan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang narkoba.

Kedua, meningkatkan kualitas hidup mantan pecandu/ penyalahguna/pengedar maupun orang yang rentan. Ketiga,  memberikan dasar keterampilan mantan pecandu/ penyalahguna/pengedar maupun orang yang rentan agar lebih produktif secara ekonomi.

“Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah mewujudkan Jogja Istimewa Resik Narkoba,” kata Susilo.

Seperti diketahui, kondisi penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Yogyakarta cukup memprihatinkan.

Berdasarkan rilis data ungkap kasus Narkoba Polda DIY, data kasus Narkotika di wilayah Polresta Yogyakarta berada di posisi tertinggi di antara empat kabupaten lain yaitu sebanyak 150 kasus.

Peringkat itu diikuti Polres Sleman sejumlah 101 kasus, Polres Bantul 80 kasus, Polres Kulonprogo 53 kasus dan Polres Gunungkidul sejumlah 46 kasus.

Dalam kesempatan itu peserta juga memperoleh pemaparan materi dari narasumber Kepala BNN Kota Yogyakarta AKBP Khamdani S Sos, Direktur JTTC Hairullah Gazali SE MBA serta Koordinator Konsultan PLUT Dinas Koperasi UKM DIY, Yuli Afriyandi M Si. (sol)



Kamis, 14 Mar 2019, 21:58:24 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1594 View
Navis, Idol Junior Asal Jogja Buat Album
Kamis, 14 Mar 2019, 21:58:24 WIB Oleh : Arie Giyarto 748 View
Kotagede Dominasi Pemenang Lomba Taman Sayuran
Kamis, 14 Mar 2019, 21:58:24 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1772 View
Berharap Cak Nun Dinginkan Suhu Politik

Tuliskan Komentar