bisnis-fashion-sulit-hindari-plagiasiMudrika Paradise, Iffah M Dewi, Luffi Vadisa dan Wening Angga mengisi sesi talkshow Jogja Halal Festival (JHF) di JEC, Jumat  (12/10/2018). (istimewa)


sholihul

Bisnis Fashion Sulit Hindari Plagiasi

Empat Desainer Berbagi Ilmu di Jojga Halal Festival
SHARE

KORANBERNAS.ID – Empat desainer muda asal Yogyakarta tergabung dalam Kafeela yaitu Mudrika Paradise, Iffah M Dewi, Luffi Vadisa dan Wening Angga, hadir di salah satu sesi talkshow Jogja Halal Festival (JHF), Jumat  (12/10/2018).

JHF yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jogja Expo Center (JEC) sejak beberapa hari lalu itu dihadiri oleh Cawapres Sandiaga Uno serta ditutup oleh Cawapres KH Ma’ruf Amin.


Baca Lainnya :

Mudrika Paradise dari Paradise Batik mengupas materinya berjudul how to create a fashion collection concept ideas. Dia menyatakan, plagiasi di dalam bisnis fashion sulit dan bahkan tidak dapat dihindari.

“Mengambil inspirasi orang lain adalah hal lumrah karena banyak desainer yang masih mencari jati diri,” ujarnya.


Baca Lainnya :

Menurut Mudrika, batas antara plagiasi dan terinspirasi bisa dikatakan bias, tapi setidaknya bisa dilihat dari detail seperti jenis dan ukuran detail.

“Ditempatkan di mana, kemudian warna, motif dan siluet. Jika semua detail itu sama persis maka bisa dikatakan plagiasi,” jelasnya.

Di hadapan pengunjung, Mudrika membagikan tips untuk pebisnis fesyen pemula yaitu cara mendesain dari awal. Salah satunya dengan memulai hal-hal yang paling dasar.

Yaitu, memprioritaskan kualitas cutting dan jahitan, kemudian mencoba perpaduan warna grayscale terlebih dahulu, dengan styling yang sederhana tapi tidak pasaran.

“Setelah itu bisa terlewati dengan baik, lakukan tahapan berikutnya dengan memadukan warna yang lebih kontras, jangan terburu-buru,” pesan Mudrika.

Mudrika juga memaparkan tahapan-tahapan dalam mendesain mulai dari tips mencari inspirasi, memvisualkannya ke dalam mood board hingga menerjemahkannya ke dalam unsur mode.

Setelah bisa membuat konsep koleksi, selanjutnya lakukan inovasi. Inovasi perlu dibarengi dengan kejelian melihat minat pasar, berwawasan luas dalam produk serta harus punya banyak referensi.

“Produk harus memiliki keunggulan dan berbeda dengan yang lain. Yang terpenting terus berlari dalam berinovasi, jangan berhenti,” kata Mudrika.

Wening Angga W S Si membawakan materi How to Manage Customize Fashion Line menambahkan, usaha di bidang fashion line terutama purchasing busana seperti toko-toko retail pasti sangat membutuhkan manajemen yang baik serta sistem yang kuat agar perusahaan berjalan lancar.

“Banyak orang mengira usaha customize di bidang fashion tidak terlalu membutuhkan manajemen karena dirasa mudah, simpel dan dapat dikendalikan. Apalagi bila perusahaan tersebut masih pemula, belum berumur lama,” paparnya.

Padahal, kata dia, sistem manajemen itu tidak harus berada pada posisi perusahaan “baru”, justru manajemen diperlukan sejak perusahaan baru tersebut berdiri.

Manajemen, berasal dari bahasa perancis kuno, ménagement, yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.

Divisi Private Order di usaha fashion (customize), biasanya dikhususkan, karena hal ini bersifat urgensial dan limited edition untuk konsep desain.

Masing-masing customer pasti menginginkan konsep yang berbeda, dengan bahan dan detail yang unik dan dikemas apik.

Dengan adanya keberagaman karakter customer, dan masing-masing konsep desain yang ditawarkan, sudah pasti perlu keahlian dalam seni mengatur dan melaksanakan sistem. Inilah yang disebut sistem manajemen.

Pada talkshow kali ini, Wening membahas lebih dalam mengenai bagaimana mengelola perusahaan customize fashion line, sehingga berhasil mencapai target dengan efektif (tepat) serta efisien (hemat).

Sementara Luffi Vadisa mengangkat materi tentang what, where and how of LUVIA ready to wear production.

Sedangkan Iffah M Dewi dari Sogan Batik Indonesia yang memaparkan materi mengenai Instagram marketing for muslim fashion brand, menyampaikan harapannya penyelenggaraan JHF 2018 bisa menjadi salah satu syiar, bisnis yang halal di banyak sektor, termasuk busana muslim, di Indonesia maupun dunia. (sol)


TAGS: ekonomi 

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini