atas1

Bimasakti UGM Siap Tanding ke Jepang

Sabtu, 13 Okt 2018 | 01:01:08 WIB, Dilihat 789 Kali
Penulis : Yvesta Putu Sastrosoendjojo
Redaktur

SHARE


Bimasakti UGM Siap Tanding ke Jepang Tim Bimasakti UGM dan jajaran rektorat berfoto bersama di kampus setempat, Jumat (12/10/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID -- Bimasakti Racing Team UGM mengembangan mobil formula Bimasakti generasi kedelapan. Mobil tersebut akan diikutkan dalam kompetisi Formula SAE Jepang pada 2019 mendatang.

UGM percaya diri melaju ke Jepang setelah pada Formula SAE Jepang 2018 yang diselenggarakan pada 4-8 September lalu, tim Bimasakti berhasil meraih 2 penghargaan prestisius, yaitu 3rd Place Business Presentation Category serta JAMA Chairman Award. Penghargaan diraih karena tim yang mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi tanpa dikenai pinalti oleh panitia.

"Bimasakti juga berhasil meraih Top 10 in Skid Pad Event," papar dosen pembimbing tim Bimasakti UGM, Fauzun, PhD di UGM, Jumat (12/10/2018).

Menurut Fauzun, tim Bimasakti optimis meraih hasil lebih baik di tahun mendatang dan menembus dominasi dari tim-tim negeri sakura. Sebab mobil generasi 7 yang berhasil meraih penghargaan pada Formula SAE tahun ini merupakan mobil yang terbaik yang mereka hasilkan.

Karenanya tim tersebut terus melakukan perbaikan. Apalagi ari sisi teknologi, kemampuan tim Bimasakti sebenarnya tidak jauh berbeda dari tim-tim unggulan dari Jepang.

Kualitas dan kemampuan mobil Bimasakti generasi ketujuh menurutnya telah mengalami peningkatan yang signifikan dari mobil generasi pertama yang dilombakan untuk pertama kalinya tahun 2011 silam.

“Bobot mobil kami mencapai berat 203 kg, turun 80 kg dari mobil generasi pertama. Kami yakin di tahun 2019 nanti bisa semakin baik,” tandasnya.

Sementara Kapten tim Bimasakti generasi 7, Fajar Fitrahadi Danda, menjelaskan tantangan yang harus mereka hadapi dalam kompetisi tidak hanya terletak pada aspek teknis. Mereka juga harus menghadapi berbagai faktor tak terduga yang harus diantisipasi.

“Dalam kompetisi sebelumnya kami harus berlomba dengan cuaca karena ada peringatan taifun," ungkapnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Dr Paripurna mengungkapkan kompetensi serta prestasi yang ditunjukkan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam tim Bimasakti merupakan refleksi dari karakter socioenterpreneurship dari UGM. Kampus itu menekankan pada kreativitas serta semangat gotong royong.(yve)



Tuliskan Komentar