atas

Bertanam Stroberi Tidak Sulit..

Selasa, 15 Jan 2019 | 00:21:10 WIB, Dilihat 801 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Bertanam Stroberi Tidak Sulit.. Belum sampai dua bulan, stroberi sudah berbuah. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Inilah Karya-karya Terbaru Sogan Batik


KORANBERNAS.ID – Menyaksikan buah stroberi merah menyala bisa bikin air liur menetes. Betapa segarnya bila dimakan. Manis-manis terasa ada kecutnya. Apalagi membayangkan stroberi itu masak pohon, bukan dalam kemasan cup di supermarket atau  pedagang buah.

Kalau kita mau sebenarnya bisa kok nanam sendiri. Tidak sulit, yang penting telaten dan menyayanginya. Pengalaman ini dicoba oleh Ari W Joko Martono di halaman vilanya Jalan Kiarapayung Desa Sukajadi Kecamatan Soreang Kabupaten Soreang Jawa Barat (Jabar).

Kebun itu berada di permukiman bawah kawasan obyek wisata Ciwedey yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. "Baru mencoba. Ternyata sebulan sudah ada yang berbuah. Warnanya menggemaskan, muncul di antara daun yang hijau segar," kata Ari.

Kepada koranbernas.id, Sabtu (12/1/2019), saat mampir  di sana, pria alumnus SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta itu mengaku tertarik dengan bidang pertanian dan peternakan.

Urusan tanaman diserahkan kepada Kurnia (40), petani  yang lebih dikenal dengan nama panggilan Pak Zen, dibantu istrinya, Reni, yang pernah bekerja sebagai TKW di Yordania.

Kurnia alias Zen mengamati pertumbuhan tanaman stroberi yang menjadi tanggung jawabnya. (arie giyarto/koranbernas.id)

Awalnya memang kurang nyambung karena wanita berkulit bersih asal Cianjur ini tidak pernah terjun di pertanian. Tetapi karena masuk dalam kehidupan suaminya yang memang petani sejak kecil, jadilah Reni jatuh hati pada bidang pertanian.

"Kuncinya, pohon stroberi perlu sinar matahari sepanjang hari," kata Zen. Saat ini baru dicoba 330 pohon ditanam di polybag.

Bibitnya terbagi dua dengan selisih umur setengah bulan. Tujuannya agar buahnya terus menyambung. Cepat atau lambatnya kemunculan buah tergantung perawatan dan kualitas bibit.

Media tanam terdiri campuran tanah dan pupuk kandang. Sedangkan polybag terbuat dari kantong bekas pupuk sehingga lumayan besar dan tinggi.

Ini dimaksudkan agar akar berkembang leluasa. Daun-daunnya pun subur. Untuk merangsang pertumbuhan bibit bisa diberi sedikit pupuk NPK yang dicairkan.

"Harus teliti. Setiap pagi tanaman dilihat. Kalau ada daun tua harus dipetik dan dibuang. Nanti akan muncul daun baru yang segera menghadirkan bunga. Juga kalau ada hama," kata ibu dari tiga anak ini.

Menurut Zen, setelah tanaman umur dua bulan dengan pemeliharaan baik bisa panen dua hari sekali. Pengalaman memelihara stroberi ini diperoleh lantaran lama dia membantu kakaknya yang punya kebun stroberi.

Buah sirsat bermunculan. (arie giyarto/koranbernas.id)

Dari sebuah dahan, Reni memperlihatkan enam bakal buah. Belum lagi dahan lain yang sudah berbunga dalam polybag yang sama.

Soal bibit, di sana tidak sulit. Harganya sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 2,5 ribu per batang dalam polybag kecil. Makin bagus bibitnya dijamin makin cepat buah bermunculan.

Berapa lama masa produksinya? "Terus menerus. Dengan pemeliharaan yang baik dan teliti bisa sampai enam tahun," kata Zen.

Ketika sudah jadi, bibit tidak perlu membeli lagi, cukup diperoleh dengan cara membiakkan dari tanaman yang ada. “Begitu keluar akar bisa dipindah ke polybag lain,” katanya.

Kebetulan sebagian halaman dipakai beternak sapi. Praktis tidak pernah kehabisan pupuk kandang. Kalau ada, menurut Reni, bisa juga memakai urine kelinci dicampur air dan disemprotkan ke tanaman. Buah akan semakin banyak dan lebih besar. Namun mencari air kencing kelinci susah.

Secara matematis dari perhitungan biaya, panen stroberi berkesinambungan akan memberikan banyak keuntungan. Apalagi pasar masih terbuka. Stroberi masak pohon dan dipetik langsung dari kebun harganya lebih mahal.

Hasilnya dijual lewat online, sangat banyak peminatnya. Berdasarkan hasil penelitian buah ini banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Labu siam bergelantungan. Nyaris tanpa pemeliharaan. (arie giyarto/koranbernas.id)

Di Jogja bisa

Stroberi ternyata bisa tumbuh dan berbuah di Jogja asalkan dikondisikan habitatnya. Dharma dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Yogyakarta pernah mencoba menanam stroberi dalam pot dan keluar buahnya. Ini ditunjukkannya saat koranbernas.id berkunjung ke rumahnya di wilayah Kecamatan Kotagede.

“Yang penting kita bersungguh-sungguh dan memelihara dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Perbedaan udara sejuk di Soreang dan di Yogya bisa disiasati dengan mengatur penyiraman air. Terlalu banyak tersiram air juga tidak bagus. Pohon bisa busuk,” sambung Reni.

Di wilayah perkotaan, penggunaan polybag memudahkan pemindahan tanaman sesuai dengan arah sinar matahari. Syukur kalau masih ada lahan terbuka.

Kini banyak orang berkebun di atas uimah yang di-dak sehingga tanaman bisa mandi sinar matahari penuh sepanjang hari.

Anda tertarik mencobanya? Silakan, tapi seyogianya konsultasi dengan Petugas Pertanian Lapangan (PPL) terlebih dulu agar bisa mendapat hasil sebagaimana diharapkan.

Karena lahan masih tersisa, Zen memanfaatkannya untuk tanaman jagung, buah sirsat, naga merah, labu siam, pepaya California, kobis, jeruk Bali.

Prinsipnya jangan biarkan tanah terbengkelai tanpa hasil. Negara kita memang subur makmur loh jinawi. Tinggal bagaimana memanfaatkannya.

Apalagi sudah ada dukungan teknologi pertanian yang semakin maju serta ketersediaan sarana produksi pertanian yang lengkap. (sol)



Senin, 14 Jan 2019, 00:21:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 970 View
Inilah Karya-karya Terbaru Sogan Batik
Senin, 14 Jan 2019, 00:21:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 443 View
Korban Terdampak Bencana Butuh Hunian Nyaman
Senin, 14 Jan 2019, 00:21:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 598 View
Terharu Peroleh Hadiah Umrah Gratis

Tuliskan Komentar