atas1

Wereng Cokelat Gerogoti Tanaman Padi Seluas 750 Hektar

Kamis, 14 Mei 2020 | 22:08:43 WIB, Dilihat 212 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Wereng Cokelat Gerogoti Tanaman Padi Seluas 750 Hektar Bupati Purworejo, Agus Bastian menyerahkan obat pembasmi hama dan penyakit kepada wakil kelompok tani. (istimewa)

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Corona DPRD DIY Sahkan Dua Perda


KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Jawa Tengah terus melakukan upaya pencegahan perluasan serangan hama wereng cokelat yang menggerogoti batang-batang tanaman padi.

Bersama gabungan kelompok tani (gapoktan) dan pemerintah desa, area pertanian seluas lebih dari 750 hektar disemprot secara serentak, Kamis (14/5/2020).

Salah satu titik penyemprotan berada di Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol. Sejumlah 19 orang terlihat turun ke lahan persawahan melaksanakan penyemprotan.

Tampak hadir Bupati Purworejo Agus Bastian dan pimpinan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, Ir Retno Dyah Rahmawati. Kantor LPHP sendiri berlokasi di Temanggung.

Kepala DPPKP Wasit Diono didampingi Kabag Humas dan Protokol pemkab Kebumen Rita Purnama, Camat Ngombol Nurfiana serta perangkat desa menyatakan, dari total 29.575 hektar areal persawahan, terdapat 750 hektar areal pertanian di 32 desa dan delapan kecamatan yang terserang hama.

“Hama itu menyerang pada masa tanam kedua, April sampai September 2020,” jelasnya.

Areal pertanian yang diserang hama di Kecamatan Pituruh seluas 262 ha, Grabag 185 ha, Purwodadi  144 ha, Ngombol 108 ha, Bayan 20 ha, Kaligesing 8 ha, Bener 3 ha dan Kutoarjo 20 ha.

Bupati Agus Bastian mengatakan, pengendalian hama sangat menentukan keberhasilan produksi hasil pertanian. Pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan agar hama ini tidak meluas.

“Kami berharap pengendalian hama berlangsung sukses, agar ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo tetap terjaga,” katanya.

Wasit Diono menambahkan, gerakan ini dilakukan setelah ditemukan populasi tinggi di persemaian di atas 200 ekor dalam 10 ayunan jaring serta lebih dari 10 ekor per rumpun pada tanaman berumur 7-14 hari setelah tanam.

Penyemprotan menggunakan pestisida berbahan aktif Buprofezin 10 persen dari Laboratorium Pengamat Hama Wilayah Kedu. Pengendalian hama wereng batang cokelat harus dilakukan secara bersama-sama.

“Bantuan ini bersifat stimulan, diharapkan petani setelah ini dapat melakukan pengendalian secara mandiri,” kata Wasit. (sol)



Kamis, 14 Mei 2020, 22:08:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 171 View
Di Tengah Pandemi Corona DPRD DIY Sahkan Dua Perda
Kamis, 14 Mei 2020, 22:08:43 WIB Oleh : W Asmani 195 View
Rumah Penjual Roti Ambrol Dimakan Usia, Bupati Datang Beri Bantuan
Kamis, 14 Mei 2020, 22:08:43 WIB Oleh : Nanang WH 182 View
Operasi Ketupat Candi Tahun Ini Sedikit Berbeda

Tuliskan Komentar