atas1

Warga Menolak Truk Perusahaan Tambang Pasir Lintasi Dusunnya

Kamis, 16 Mei 2019 | 18:46:41 WIB, Dilihat 397 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Warga Menolak Truk Perusahaan Tambang Pasir Lintasi Dusunnya Warga Dusun Nengahan Desa Trimurti Kecamatan Srandakan  Bantul berkumpul membahas rencana beroperasinya PT  PAS. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Banyak Orang Menghindar Lewat Masjid Ini Usai Salat Jumat


KORANBERNAS.ID -- PT Pasir Alam Sejahtera (PAS)  yang beralamat di Condong Catur Sleman telah mengantongi izin  menambang pasir di  wilayah Dusun Bendo Desa Trimurti Kecamatan Srandakan Bantul sejak 5 April silam.

Namun hingga kini perusahaan tersebut belum beroperasi termasuk belum menerjunkan peralatan berat atau beghoe. Dirut PT PAS, Roviandi Deska Putra, mengatakan mereka  menunda pengoperasian perusahaan mengingat belum ada kesepakatan dengan warga.

Warga menolak apabila jalannya  dilintasi truk dari Dusun Bendo ke Jalan Raya Srandakan. Wilayah yang akan dilewati meliputi Dusun Nengahan dan Dusun Srandakan.

“Kami sudah mengantongi izin namun hingga kini belum beroperasi karena belum ada kesepakatan-kesepakatan dengan warga,” kata Roviandi kepada koranbernas.id usai menggelar pertemuan dengan warga di Rumah Dukuh Nengahan, Tantrawan, Rabu (15/5/2019) sore hingga malam hari.

Pertemuan itu diikuti sekitar 100 orang terdiri dari pemuda, ibu-ibu dan juga bapak-bapak serta tokoh masyarakat. Termasuk kehadiran Muspika Srandakan.

Pada pertemuan kali ini warga memasang spanduk di halaman rumah Tantrawan berisi penolakan terhadap  rencana PT PAS menggunakan jalan Dusun Nengahan untuk melintas truk pasir mereka.

Menurut Roviandi mereka akan terus melakukan komunikasi dan pertemuan hingga mencapai titik kesepakatan dengan warga.

Di antaranya dari pihak perusahaan menawarkan kompensasi untuk rumah yang terkena dampak mulai dari RT hingga pedukuhan. Termasuk dilakukan perbaikan jalan yang dilalui secara berkala.

“Besaran kompensasi belum ada kesepakatan. Tadi sempat mengemuka Rp 20.000 per rit pasir, yang akan dibagi ke komponen yang berhak menerima kompensasi. Tetapi itu belum final, kita akan lakukan pertemuan-pertemuan lagi dengan warga, ”katanya.

Spanduk berisi penolakan jalan kampung dilalui truk pasir. (sari wijaya/koranbernas.id)

Jika sudah mencapai kesepakatan maka pemberian kompensasi dilakukan secara berkala.

Senior tokoh pemuda setempat, Koko Hardiyanto, mengatakan pemuda Dusun Nengahan menolak beroperasinya perusahaan tambang tersebut. Terlebih ada rencana penggunaan alat berat.

“Kami menolak karena kami cinta lingkungan yang aman dan sehat seperti yang dipertahankan nenek moyang kami sebelumnya,” kata Koko.

Mereka memang khawatir apabila kendaraan PT PAS diberikan izin melintas jalan di Dusun Nengahan, maka kalangan pemuda khawatir akan ada perusahaan yang beroperasi lagi di dekat Dusun Nengahan yakni Gaswangi.

Karena memang sudah ada pihak  yang mengajukan izin tambang untuk Dusun Gaswangi. “Jadi kami khawatir jika PT PAS yang menambang di Dusun Bendo diizinkan lewat  jalan di dusun kami, maka yang Gaswangi akan melintasi juga,” katanya.

Dukuh Nengahan, Tantrawan, mengatakan yang menjadi keberatan beroperasinya PT PAS adalah  pada  dampak lingkungan.

“Karena lokasinya di Dusun Bendo, maka kami di Nengahan  juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kami hanya lokasi yang dilintasi,” katanya.

Mereka berharap ketika memang nantinya benar-benar tambang sudah beroperasi, ada perhitungan kompensasi yang diterima warga. Baik rumah terkena dampak, RT maupun perkampungan.

“Besar kecilnya masih kita bicarakan. Jadi kami bukan menolak, namun realisasi kompensasi itu harus  pasti. Dan kami juga menunggu pembicaraan dengan Dusun Srandakan yang juga dilintasi truk PT PAS. Kalau mereka sepakat, kami akan sepakat. Jadi menunggui deal semua dulu,” katanya. (sol)



Rabu, 15 Mei 2019, 18:46:41 WIB Oleh : Arie Giyarto 10096 View
Banyak Orang Menghindar Lewat Masjid Ini Usai Salat Jumat
Rabu, 15 Mei 2019, 18:46:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 232 View
Ratusan Pemulung Tiba-tiba Bergembira
Rabu, 15 Mei 2019, 18:46:41 WIB Oleh : B Maharani 323 View
DPRD Jateng Ajak FWPJT Wujudkan Parlemen Modern

Tuliskan Komentar