atas

Warga Keluhkan Gundukan Tanah Bekas Galian

Jumat, 21 Des 2018 | 19:15:28 WIB, Dilihat 168 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Warga Keluhkan Gundukan Tanah Bekas Galian Timbunan tanah dari galian proyek jaringan telepon bawah tanah di pinggir Jalan Cokro-Daleman Tulung Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Napi Lapas Sleman Diduga Kendalikan Peredaran Sabu-Sabu di Kebumen


KORANBERNAS.ID -- Proyek pemasangan jaringan telepon bawah tanah sepanjang Jalan Jatinom-Boyolali dan Jalan Cokro-Daleman Tulung Klaten Jawa Tengah yang sedang digarap oleh para pekerja dikeluhkan warga sekitar.

Ini karena pemasangan jaringan tersebut didahului dengan menggali tanah di pinggir jalan sehingga galian tanah tersebut bila diguyur hujan menimbulkan becek dan licin.

Selain itu, timbunan galian yang menjorok ke badan jalan juga mengganggu bahkan membahayakan pengguna jalan yang melintas. Apalagi kedua ruas jalan itu dikenal jalur padat.

"Gundukan tanah dari galian itu jelas mengganggu. Coba dilihat saja gundukan itu sampai ke jalan," kata Hanif, warga Desa Daleman Kecamatan Tulung, Jumat (21/12/2018).

Dia menjelaskan galian jaringan telepon bawah tanah itu sudah berlangsung beberapa hari ini. Sebelum menggarap jaringan di pinggir Jalan Cokro-Daleman, para pekerja terlebih dahulu mengerjakan di pinggir Jalan Jatinom-Boyolali.

"Sebelumnya mereka garap di Jalan Jatinom-Boyolali tapi sekarang mereka garap di jalur ini," ujarnya.

Keluhan serupa dikemukakan Subagyo, warga Desa Pucang Miliran Tulung. Hujan yang beberapa kali mengguyur wilayah Klaten mengakibatkan ruas Jalan Cokro-Daleman berlumpur.

Ini disebabkan timbunan tanah dari galian jaringan telepon diguyur hujan dan masuk ke jalan.

"Kalau memang digali mbok ya gundukan tanahnya ditumpuk di mana begitu. Biar tidak ke mana-mana. Ini kan sudah mulai hujan dan gundukan tanah masuk ke jalan. Apalagi jalan ini di beberapa titik kondiisinya lebih rendah dibandingkan tanah," jelas Subagyo.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten Suryanto mengatakan, pihak yang mengerjakan proyek jaringan telepon bawah tanah di pinggir Jalan Cokro-Daleman telah meminta izin melaksanakan proyek itu.

Sedangkan yang d ipinggir Jalan Jatinom-Boyolali izinnya mungkin ke Pemprov Jawa Tengah.

"Jalan Jatinom-Boyolali miliknya provinsi. Tapi Jalan Cokro-Daleman miliknya kabupaten dan sudah minta izin," ujarnya. (sol)



Jumat, 21 Des 2018, 19:15:28 WIB Oleh : Nanang WH 412 View
Napi Lapas Sleman Diduga Kendalikan Peredaran Sabu-Sabu di Kebumen
Jumat, 21 Des 2018, 19:15:28 WIB Oleh : Sholihul Hadi 241 View
Warga Jogja Turun Jalan Kutuk Kekerasan di Xinjiang
Jumat, 21 Des 2018, 19:15:28 WIB Oleh : Nila Jalasutra 106 View
Karena Ini, Harga Ikan Laut Naik

Tuliskan Komentar