atas1

Warga di Daerah Ini Masih Kesulitan Cari Air

Jumat, 29 Nov 2019 | 10:51:36 WIB, Dilihat 268 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Warga di Daerah Ini Masih Kesulitan Cari Air Warga memikul air bantuan dari UII dan ACT DIY. (istimewa)

Baca Juga : Teknik Sambung Batang Hasilkan Adenium Warna Warni


KORANBERNAS.ID -- Dampak kemarau panjang masih dirasakan warga di beberapa wilayah Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Gunungkidul.

Di daerah ini sudah beberapa kali hujan membasahi bumi namun demikian ketersediaan air bersih dirasakan cukup sulit diperoleh.

Merespons masalah itu, jajaran Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan droping air bersih di Gunungkidul, Selasa (26/11/2019) silam.

Sejak Agustus UII bersama ACT mendistribusikan air bersih sejumlah 120 tangki. Ini merupakan wujud kepedulian sebagai kampus yang aktif terlibat menanggapi permasalahan sosial kemanusiaan.

Rektor UII, Fathul Wahid, mengungkapkan amanah itu merupakan jawaban dari panggilan sesama yang membutuhkan bantuan.

“Kami terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi yang membutuhkan, termasuk untuk masyarakat di Gunungkidul yang terlanda kekeringan,” jelasnya.

Semoga bantuan ini dapat membantu mengatasi krisis air bersih di Gunungkidul.

“Semakin banyak yang tergerak kan InsyaAllah masyarakat juga semakin bahagia dan permasalahannya cepat selesai,” tambahnya.

Distribusi air bersih yang terakhir dilakukan di Kecamatan Nglipar dan Pathuk Gunungkidul. 44.000 liter air bersih disalurkan ke warga dengan total penerima bantuan sebanyak 763 jiwa.

Kamto warga Desa Srumbung mengungkapkan, selama ini desanya hanya mengandalkan air dari Penampungan Air Hujan (PAH) untuk keperluan sehari-hari.

“Bulan ini sudah turun hujan tiga kali, air hujan belum layak dikonsumsi. Sumber air tanah juga masih sulit didapat,” kata dia.

Keberadaan Water Tank Desa Srumbung langsung disambut antusias. Ember dan bak-bak ditaruh berjajar untuk mendapat bagian air bersih.

InsyaAllah ikhtiar untuk membantu warga berupa program droping air bersih akan terus dilakukan. Untuk menjamin ketersediaan air bersih kita terus berupaya membangun sumur wakaf di wilayah-wilayah rawan kekeringan seperti di Gunungkidul,” ujar Kharis Pradana, Koordinator Program Droping Air Bersih ACT DIY.  (sol)



Jumat, 29 Nov 2019, 10:51:36 WIB Oleh : Arie Giyarto 1216 View
Teknik Sambung Batang Hasilkan Adenium Warna Warni
Jumat, 29 Nov 2019, 10:51:36 WIB Oleh : Sholihul Hadi 279 View
Cerita Anggota MPR RI tentang Suara Kentongan KH Ahmad Dahlan
Kamis, 28 Nov 2019, 10:51:36 WIB Oleh : W Asmani 412 View
Pelajar SMAN 3 Purworejo Juara Kompetisi Vlog

Tuliskan Komentar