atas

Wah Sudah Bayar, Warga Sapen Tak Juga Dapat Air

Sabtu, 02 Mar 2019 | 15:58:47 WIB, Dilihat 444 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Wah Sudah Bayar, Warga Sapen Tak Juga Dapat Air Pralon jaringan pamsimas yang sudah pecah, Sabtu (2/3/2019). Warga curiga kualitas pralon yang dipasang dan pemasangan pralon yang kurang dalam.(masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Belanja di Pasar Tradisional Dapat Motor


KORANBERNAS.ID -- Sejumlah warga Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten yang juga calon pelanggan pamsimas mempertanyakan keberlangsungan proyek tersebut. Sebab sudah tiga bulan mereka membayar namun air tidak kunjung mengalir ke rumah warga. Dan yang lebih memprihatinkan lagi kata warga tower air yang belum selesai dibangun dan banyak pralon yang dipasang sudah pecah.

"Kami warga Dukuh Granting Kulon sudah tiga bulan lalu bayar tapi sampai sekarang air belum juga mengalir ke rumah warga," kata warga kepada koranbernasid, Sabtu (2/3/2019).

Warga menambahkan saat mereka membayar menjadi peserta pamsimas tidak ada kuitansi pembayaran. Dan pembayaran dikoordinir oleh Ketua RW masing-masing.

Ketua RW Anton Saputro saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan pembayaran biaya pamsimas warga melalui dirinya. Masing-masing sambungan rumah dikenai biaya Rp 350 ribu. "Memang benar warga membayar lewat saya. Namun uang tersebut seluruhnya sudah diserahkan kepada pengurus yakni Pak Agus," ujar Anton.

Sementara itu Ketua Satlak Pamsimas Desa Sapen, Agus Supriyadi menjelaskan program pamsimas di desanya merupakan tahap tiga tahun 2018. Program tersebut mendapat anggaran Rp 300 juta dari APBD Klaten dan Rp 42 juta pendampingan APBDesa.

Saat dikonfirmasi permasalahan dilapangan mengapa air belum juga mengalir ke rumah warga? Dia menjawab karena saat ini Desa Sapen sedang menghadapi pemilihan kepala desa yang berpengaruh pada gotong royong pelaksanaan kegiatan.

"Saat ini di wilayah kami sedang masa transisi karena ada pilkades. Tentu ada yang pro dan kontra. Dalam kondisi seperti ini kami tidak bisa buru-buru. Dengan masyarakat pelan-pelan biar tidak dicurigai warga," jelasnya.

Terkait dengan tower air pamsimas dan jarinhan yang sudah rusak, Agus menjawab tower air sedang tahap finishing. Sedangkan pralon yang sudah terpasang namun banyak yang rusak juga diakui akibat pemasangan lem pada sambungan yang tidak pas.

Meski pelaksanaan proyek dilapangan terkesan lambat namun Agus menargetkan pertengahan bulan Maret 2019 proyek tersebut sudah rampung semua. "Kami targetkan pertengahan Maret selesai. Sedangkan biaya yang telah dibayar warga bukan membayar karena itu untuk membeli peralatan yang kembali kepada warga juga," terang Agus.  (yve)



Sabtu, 02 Mar 2019, 15:58:47 WIB Oleh : Nila Jalasutra 295 View
Belanja di Pasar Tradisional Dapat Motor
Sabtu, 02 Mar 2019, 15:58:47 WIB Oleh : Masal Gurusinga 322 View
Pangkalan Gas Melon Diduga Curang
Sabtu, 02 Mar 2019, 15:58:47 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 568 View
Rizal Ramli Berharap pada Debat Terakhir

Tuliskan Komentar