wabup-sleman-nonton-film-bareng-siswa-smpWakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, bersama siswa SMP di Sleman saat nonton bareng film Ayu Anak Titipan Surga di CGV Hartono, Rabu (14/11/2019). (istimewa)


bid-jalasutra

Wabup Sleman Nonton Film Bareng Siswa SMP

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, noton bareng film Ayu Anak Titipan Surga bersama siswa SMP di CGV Hartono, Rabu (14/11/2019). Aksi nonton bareng ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendidikan karakter bagi pemuda melalui media film.

Pemutaran film tersebut diinisiasi Dewan Pengurus Nasional Forum Pemuda Pelopor. Gala premiere Ayu Anak Titipan Surga dihadiri sebanyak 1147 siswa SMP se-DIY, salah satunya SMP Muhammadiyah 1 Minggir Sleman.


Baca Lainnya :

Ditemui usai menyaksikan film tersebut, Sri Muslimatun sangat mengapresiasi karya film dari Forum Pemuda Pelopor ini karena telah menyuguhkan film berupa pendidikan karakter anak bangsa. Film Ayu Anak Titipan Surga dirasa membantu tugas pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia.
 

“Mudah-mudahan film ini dapat menginspirasi anak Sleman untuk menjadi anak yang berkarakter yang berbeda dengan anak lain, yaitu anak yang sadar sesadar-sadarnya bahwa mereka adalah generasi penerus pemimpin bangsa,” ujarnya.


Baca Lainnya :

Pada kesempatan tersebut Sri Muslimatun menyerahkan piagam penghargaan bagi Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Minggir yang telah ikut serta dalam mensukseskan program nasional penguatan pendidikan karakter berdasarkan Perpres No. 62 tahun 2017 melalui media Film.
 

Sri Muslimatun juga menghimbau kepada kepala sekolah di Sleman untuk menyarankan siswa-siswanya untuk menonton film tersebut. Karena, menurutnya, melalui film tersebut dapat membantu generasi muda dalam pembentukan pendidikan karakter anak bangsa.
 

Kepada siswa yang sudah menyaksikan film tersebut Sri menghimbau agar menjadi pelopor generasi penerus bangsa yang berkarakter kebangsaan di sekolahnya dan tempat tinggalnya masing-masing.
 

Produser film Ayu Anak Titipan Surga, Bagus Haryanto, mengatakan film tersebut disesuaikan dengan Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sehingga, anjuran menonton film tersebut dianggap sebagai salah satu metode pembelajaran bagi pelajar.
 

Bagus menegaskan, capaian yang hendak diraih dalam pembelajaran film itu adalah harmonisasi olah hati, olah rasa, dan olah pikir. “Tujuannya tahun 2045 kita mencanangkan puncak kejayaan Indonesia yang disebut dengan Indonesia Emas. Pelaku pembangunannya adalah anak-anak SD dan SMP saat ini,” kata Bagus. (eru)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini