atas

Viral Siswa Jogja Rebut HP dari Guru, Ini Kenyataannya

Jumat, 22 Feb 2019 | 01:37:52 WIB, Dilihat 20914 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Viral Siswa Jogja Rebut HP dari Guru, Ini Kenyataannya Murid OS meminta maaf kepada Guru Sujiyanto, setelah melakukan klarifikasi kepada media Kamis, (21/2/2019). Terkait viralnya video mereka di lini masa media sosial yang sempat menghebohkan warganet. (muhammad zukhronnee/koranbernas.id)

Baca Juga : Saat Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Kebolehan


KORANBERNAS.ID -- Apa yang dilihat, belum tentu sesuai dengan yang terjadi sebenarnya. Setidaknya hal itulah yang bisa kita simpulkan menanggapi viralnya video SMK N 3 Yogyakarta.

Video berdurasi 29 detik yang viral itu memperlihatkan seorang murid berusaha merebut handphone dari tangan guru kelasnya. Terlihat aksi mendorong sang guru, dan sekilas murid mengepalkan tinjunya. Direkam oleh salah seorang murid dibangku depan dan suara gelak tawa dan celoteh teman sekelasnya.

Dalam linimasa yang seharian ini, Kamis (21/2/2019) ramai membicarakan video tersebut, tak sedikit yang menghujat dan mempertanyakan moral si murid dalam video tersebut. Bahkan hingga mengungkit bagaimana orang tuanya mendidiknya dari kecil.

Menghindari komentar warganet yang semakin liar membabi buta terhadap video yang viral tersebut, akhirnya pihak sekolah menghadirkan guru dan murid yang terekam dalam video tersebut dihadapan media dan kepolisian, Kamis (21/2/2019). Guru Kelas X yang bernama Sujiyanto (55), dan murid bernama OS (17) hadir melakukan klarifikasi.

Sujiyanto menjelaskan duduk perkara kejadian tersebut. Ia membantah bahwa peristiwa itu adalah sebuah perkelahian. Lebih lanjut Sujiyanto menceritakan perselisihannya dengan OS bermula saat ia mengadakan ulangan harian. Dalam ulangan itu aturannya tidak diperbolehkan membuka catatan dan mengoperasikan ponsel.

"Kan aturannya hp (ponsel) harus dikumpul, terus ada dua siswa yang tidak mau mengumpulkan. Kemudian ponsel tak minta, dia berontak," kata Sujiyanto.

Menurut Sujiyanto, OS saat itu berontak mencoba mengambil ponsel yang sudah ia pegang. Sambil berdiri OS mencoba meraih ponselnya, Sujiyanto kemudian menangkis dan sedikit terdorong.

"OS mendorong itu karena minta hp (ponsel) untuk dikembalikan," katanya.

Agar ponselnya segera dikembalikan, OS kemudian mengambil dan menyandera tas milik Sujiyanto yang berada di meja guru di depan kelas. OS bermaksud barter dengan ponsel miliknya. Sujiyanto kemudian meminta OS duduk untuk mengikuti ulangan.

"Setelah saya minta duduk, ponsel sudah tak kembalikan, tas berisi laptop saya pun dikembalikan. Saya khawatir kalau tidak saya kembalikan dibanting. Saya kan tekor banyak," ujarnya.

Ponsel milik OS kemudian dikembalikan, namun ponsel milik seorang murid lainnya oleh Sujiyanto masih ia tahan hingga ulangan selesai.

Tindakan OS, siswa Kelas X jurusan Teknik Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dinilai Sujiyanto sebagai sikap yang memang tidak sepatutnya dilakukan. Bahwa OS memang salah satu siswa yang memiliki rekam jejak dan catatan khusus di Bagian Konseling (BK) sekolah. Diakui Sujianto Selain pernah membolos, OS juga merupakan siswa yang tak naik kelas, sehingga harus mengulang pada tahun ini.

Sementara itu, kepada wartawan OS menerangkan kronologi kejadian dan alasan ia mendorong gurunya.

"Awalnya pelajaran biasa terus hp saya disita karena mau ulangan. Saya meminta paksa hp tersebut. Pak Suji biasa guyon. Habis itu sudah selesai kemudian biasa. Dorong-dorongan tadi itu meminta hp-nya. Saya disuruh duduk, saya ambil tas pak Suji, biar hp sama tasnya barter," katanya.

OS beralasan menggunakan ponsel saat berada di kelas untuk membalas pesan WhatsApp dari temannya. Ia khawatir jika ponselnya bunyi karena ada pesan masuk malah mengganggu ulangan.

Namun karena ponselnya diambil oleh sang guru, maka ia kemudian meminta secara paksa. Tetapi diakui OS, dia tidak serta merta berani melakukan terhadap semua guru. Ia hanya berani melakukan itu kepada Sujiyanto karena dianggapnya bisa guyon seperti sama teman sendiri. Kendati demikian OS mengakui jika perlakukannya kepada Sujiyanto itu tidak pantas dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya.

Sanksi buat OS

Kepala SMKN 3 Yogya Bujang Sabri mengatakan dalam peristiwa yang videonya telah menyebar itu tidak terjadi ancaman dan kekerasan, sehingga ia akan menimbang terkait tindak lanjut atau sanksi yang akan diberikan sekolah kepada OS.

"Menurut versi guru tidak ada kekerasan dan ancaman sehingga kami tidak mungkin memberikan sanksi. Mungkin secara kejadian di kelas seperti itu ya perlu kami nasehati saja," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Jetis Kompol Hariyanto yang turut hadir mengatakan, Setelah kejadian itu menjadi perhatian publik ia langsung mendatangi sekolah. Ia meminta klarifikasi sekolah atas video pertikaian antara guru dan murid yang telah tersebar di dunia maya.

Namun lantaran tidak ada laporan resmi ke polisi, maka Hariyanto mengatakan kasus ini tidak akan berlanjut ke ranah hukum.

"Kalau tidak ada laporan, maka nanti akan dilakukan pembinaan sekitar dua Minggu. Satu sampai dua jam dalam sehari dengan izin sekolah," pungkasnya.(yve)



Kamis, 21 Feb 2019, 01:37:52 WIB Oleh : W Asmani 676 View
Saat Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Kebolehan
Kamis, 21 Feb 2019, 01:37:52 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 324 View
Wah Ucapkan Terimakasih dengan Cashback
Kamis, 21 Feb 2019, 01:37:52 WIB Oleh : Nila Jalasutra 298 View
Event Sleman Hebat Dongkrak Transaksi hingga 30 Persen

Tuliskan Komentar