atas1

Upaya Preventif dan Kuratif Sekolah dalam Menghadapi Covid-19
Oleh: Novia Nuryany, SIP, M.Pd. dan Eko Prasetiyo SPd., M.Pd.

Senin, 01 Jun 2020 | 23:48:30 WIB, Dilihat 277 Kali
Penulis : Redaktur
Redaktur

SHARE


Upaya Preventif dan Kuratif Sekolah dalam Menghadapi Covid-19 Novia Nuryany dan Eko Prasetiyo (Foto: Koleksi Pribadi/Koran Bernas).

Baca Juga : Ketua Pemuda Pancasila DIY Ingatkan Tak Main Tunjuk


SAMPAI saat ini dunia belum selesai dalam mengatasi mewabahnya Corona V-19 yang telah menyebar hingga ke keseluruh belahan dunia. Virus ini berkembang dalam waktu cepat dari Cina menuju Korea Selatan, selanjutnya ke Italia dan menyebar ke Eropa secara keseluruhan hingga ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip Jumat, (1/5/2020), terdapat 3,2 Juta kasus positif Virus Corona di dunia dan 1 juta pasien sembuh. Sedangkan di Indonesia per tanggal 3 Mei 2020 diinformasikan bahwa korban positif Virus Corona telah mencapai 10.843 dengan angka kesembuhan 1.665 dan yang meninggal 831.

Dampak yang luas akibat adanya virus ini meliputi semua bidang, dan tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan sebagai berikut; a) Learning innovation termasuk di dalamnya aplikasi pengembangan teknologi yang sesuai, tepat sasaran, multiguna, terpantau, mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan siswa. b) Supporting system yaitu kebijakan yang diambil oleh sekolah dengan mendapat dukungan yang sistematis dari pemerintah, lembaga terkait, guru dan orang tua. c) Sterilization yaitu sekolah bekerja sama dengan pihak terkait maupun secara mandiri melakukan sterilisasi (penyemprotan) ruangan secara berkala. Selain itu, disediakan fasilitas berstandar kesehatan seperti sabun cuci tangan, handsanitizer di tempat – tempat tertentu, dan thermometer. d) Appeal atau memberikan himbauan kesehatan di lingkungan sekolah, dapat dilakukan dengan memberikan informasi dan motivasi dengan cara memasang gambar edukasi, slogan, spanduk, baliho, terkait cara menjaga kesehatan diri dan lingkungan, pembiasaan hidup bersih, cara mencuci tangan yang benar, maupun yang lainnya.  e) Monitoring atau pemantauan, selama pembelajaran di rumah dilaksanakan, sekolah dalam hal ini bapak ibu guru diharapkan selalu melakukan monitoring, memberikan motivasi, dan pendampingan pada siswa. Bahkan, jika memungkinkan melakukan komunikasi langsung melalui video call, skype, zoom atau teleconference secara berkala, agar terjalin komunikasi yang harmonis antara siswa dan guru. f) Evaluation and follow-up dari hasil pemantauan dapat dijadikan bahan evaluasi, dan dilakukan tindak lanjut beserta perbaikan–perbaikan sehingga selama pembelajaran di rumah tetap dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan.

Kebijakan belajar di rumah, tentu akan berakhir pada kurun waktu tertentu. Berdasarkan Data Driven Innovation Laboratory (DDI), wabah Corona V-19 di Indonesia akan berakhir pada tanggal 29 Agustus 2020. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tindakan kuratif yang dilakukan pada saat kebijakan pembelajaran di rumah berakhir. Adapun tindakan kuratif yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut : 1) Dalam bidang kesehatan; a) adanya peralatan medis untuk pengecekan berdasarkan standar kesehatan seperti thermogun, sabun cuci tangan, handsanitizer, desinfektan, maupun masker. b) Bekerja sama dengan tenaga medis dan memiliki jaringan tanggap darurat yang selalu siap untuk melakukan pantauan awal terkait kesehatan warga sekolah. 2) Dalam bidang kurikulum dan pembelajaran; a) Mengkomunikasikan kembali terkait pembelajaran yang telah dilakukan di rumah, sejauhmana hal itu dapat dipahami, ataupun perlu adanya penguatan materi pembelajaran (matrikulasi). b) Menumbuhkan kembali semangat untuk bersekolah. c) Melatih siswa untuk tetap mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. e) Mendampingi siswa dan orang tua dalam penggunaan gadget secara cerdas, sehingga karakter siswa tetap terjaga secara berkelanjutan.  

Belajar dari dampak Covid-19 yang terjadi, rencana strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memasukkan program-program kedaruratan sebagai salah satu langkah preventif dan kuratif terkait kesehatan, kebencanaan, maupun hal tak terduga lainnya, agar tetap siaga dan cepat tanggap dalam penanganan teknis di lapangan. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keberkahan dan perlindungan bagi kita semua. Allahummaamiin. **

Novia Nuryany, SIP, M.Pd. dan Eko Prasetiyo SPd., M.Pd.

Kepada SD Muhammadiyah Karangkajen dan guru SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta.



Senin, 01 Jun 2020, 23:48:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 9436 View
Ketua Pemuda Pancasila DIY Ingatkan Tak Main Tunjuk
Senin, 01 Jun 2020, 23:48:30 WIB Oleh : Redaktur 370 View
Bahaya Terpapar Klorin dalam Disinfektan
Minggu, 31 Mei 2020, 23:48:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 516 View
Bupati Sleman Keluarkan SK Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19

Tuliskan Komentar