atas1

Upaya Kreatif Dianggap Rival, DPD Himki DIY Bekukan Diri

Kamis, 12 Des 2019 | 02:57:51 WIB, Dilihat 209 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


Upaya Kreatif Dianggap Rival, DPD Himki DIY Bekukan Diri Ketua DPD Himki DIY, Timbul Rahardjo saat Rakerda di Pessona Malioboro, Rabu (11/12/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Ketika Mahasiswa Thailand Kagum pada Keberagaman Indonesia


KORANBERNAS.ID -- Kreativitas DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah berhasil menggelar Jogja International Furniture dan Craft Fair Indonesia di Yogyakarta (Jiffina) setiap tahunnya dianggap menyaingi gelaran gawean pusat.

Pameran tahunan yang dikelola sendiri oleh Himki DIY ini dilakukan tanpa Event Organizer ini mampu memangkas banyak biaya dan birokrasi dalam setiap penyelenggaraannya. Selain itu event tersebut mampu mendongkrak majunya nilai ekspor pengusaha mebel dan kerajinan di daerah.

Kegiatan yang diadakan di Jogja Expo Center (JEC) pada Maret 2019 silam mampu mencatatkan sejumlah pencapaian dan nilai transaksi baru dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang penyelenggarannya JIFFINA 2019 mampu menarik sebanyak 1032 pembeli internasional dari 64 negara, naik dibanding tahun lalu yang hanya membukukan sejumlah 40 negara.

"Tak hanya itu, politik memecah belah pada pengurus di tingkat daerah tidak hanya dilakukan pengurus pusat.  DPP juga tidak mau dikritisi dalam hal AD/ART yang bermasalah," ujar Ketua  DPD Himki DIY, Timbul Rahardjo saat Rakerda di Pessona Malioboro, Rabu (11/12/2019).

Seperti pembentukan kepengurusan DPD Himki di tingkat kabupaten seperti di Sleman dan Bantul dengan mencomot anggota dari DPD Himki DIY. Dobel organisasi semacam ini yang akhirnya membuat kinerja Himki DIY menjadi tidak kondusif.

"Kami mengundurkan diri bersama-sama sehingga otomatis kepengurusan beku, tidak ada lagi. Kami mengembalikan mandat kepengurusan. Kami juga dianggap slilit (kotoran gigi-red) oleh pengurus pusat karena kritis terhadap kebijakan AD/ART. Padahal pada faktanya ada banyak kepentingan dan strategi politik dari pusat," pungkasnya.

Rakerda dihadiri 65 pengusaha dari lebih 75 pengusaha anggota DPD HIMKI DIY. Sebanyak 55 pengusaha yang artinya sudah memenuhi kuorum, sepakat menarik diri dari DPD HIMKI DIY dan menegaskan bahwa kepengurusan serta organisasi telah beku. (yve)



Kamis, 12 Des 2019, 02:57:51 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 667 View
Ketika Mahasiswa Thailand Kagum pada Keberagaman Indonesia
Rabu, 11 Des 2019, 02:57:51 WIB Oleh : warjono 246 View
BPJAMSOSTEK Jogja Ikrarkan Tiga Ojo di Hari Anti Korupsi
Rabu, 11 Des 2019, 02:57:51 WIB Oleh : Arie Giyarto 399 View
Masih Banyak Orang Cari Jamu Jokowi di Pasar Ini

Tuliskan Komentar