atas1

UAD Gandeng British Council Menuju Entrepreneur University

Rabu, 17 Jul 2019 | 12:34:30 WIB, Dilihat 216 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


UAD Gandeng British Council Menuju Entrepreneur University Perwakilan British Council mengamati ragam produk milik UAD di Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan Jalan Pramuka, Yogyakarta, Senin (15/7/2019). (Istimewa)

Baca Juga : Desa Harus Mampu Jalankan Fungsi Protokol


KORANBERNAS -- Terus dorong praktik ekonomi sosial, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sedang bergegas menuju Entrepreneur University. Dengan menggandeng British Council melalui program Inclusive and Creative Economies (DICE). UAD berharap mampu menjadi partner strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif dan inklusif di Yogyakarta dan Indonesia secara umum.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan British Council ke UAD kampus 2 pada Senin (15/7/2019) yang diterima oleh Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Urusan Internasional Sarbiran dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Abdul Fadlil.

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses seleksi oleh British Council kepada UAD yang telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta dalam program DICE. DICE merupakan program kedutaan Inggris dengan pendekatan inovatif dan lintas sektoral di bidang ekonomi kreatif dan ekonomi sosial untuk mendukung perkembangan ekonomi yang inklusif.

Melalui Kantor Urusan Bisnis Inovasi (KUBI), UAD ingin berfokus kepada pembinaan terhadap perempuan korban perceraian yang termarjinalkan secara ekonomi juga kelompok disabilitas.

Menurut Sarbiran, UAD juga memiliki sejumlah Pusat Studi yang sebelumnya telah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan penguatan salah satunya dalam hal ekonomi.

“Ini merupakan upaya UAD sebagai lembaga pendidikan Islam dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.

Selain di Indonesia, Ambariski Project Manager Program Internationalization for Higher Education, mengatakan bahwa DICE program ini juga diadakan di sejumlah negara seperti Brazil, Mesir, Afrika Selatan, dan Pakistan.

“Kami percaya bahwa dengan pendekatan sosial ekonomi, dapat menyelesaikan permasalahan kesenjangan yang menimpa mereka yang berasal dari kelompok yang termarjinalkan," pungkasnya.

Fasilitator DICE, Muhammad Setiawan mengatakan bahwa harapannya melalui pelatihan yang akan dilakukan selama 4 hari ini mampu memberikan pemahaman terhadap peserta tentang bisnis sosial atau social enterprise.

"Pemahaman ini kemudian bisa digulirkan dan ditindaklanjuti dengan mengadopsinya ke dalam kegiatan bisnis di masyarakat. Selain itu, pelatihan ini akan melatih bagaimana mendesain perfect incubator sesuai kearifan lokal di masing-masing universitas," paparnya.

“Program ini diharapkan mampu menggulirkan pentingnya isu inklusi khususnya dalam hal ekonomi. Melalui kegiatan ini peserta mampu memahami bagaimana memahami operasionalisasi konsep kewirausahaan sosial," tandas Setiawan.

Sebelumnya UAD telah mendapat kepercayaan dari kementerian ristek dikti dalam hal hibah PPK (Program Pengembangan Kewirausahaan). UAD juga sebagai satu-satunya universitas di lingkungan Muhammadiyah yang dipercaya Uni Eropa untuk menerima hibah Erasmus dalam bidang kewirausahaan dan kurikulum pendidikan kewirausahaan. Kedepan UAD bersiap dalam proses untuk berkembang menuju tahap entrepreneur university.(yve)



Rabu, 17 Jul 2019, 12:34:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 326 View
Desa Harus Mampu Jalankan Fungsi Protokol
Rabu, 17 Jul 2019, 12:34:30 WIB Oleh : Nanang WH 246 View
Sempat Tertunda, DPRD Kebumen Sahkan Perda PPAPBD
Selasa, 16 Jul 2019, 12:34:30 WIB Oleh : Endri Yarsana 251 View
Ekskavasi Situs Liyangan Berhenti karena Alasan Klasik

Tuliskan Komentar