atas1

Tukang Becak Saat Wabah Corona Nasibnya Sungguh Merana

Minggu, 29 Mar 2020 | 16:39:15 WIB, Dilihat 744 Kali
Penulis : Nanang WH
Redaktur

SHARE


Tukang Becak Saat Wabah Corona Nasibnya Sungguh Merana Wahyu Siswanti, Minggu (29/3/2020), memberi bantuan sembako kepada tukang becak. (istimewa)

Baca Juga : Mulai Masuk Masa-masa Sulit, Golkar DIY Bentuk Gugus Tugas Basmi Covid-19


KORANBERNAS.ID.KEBUMEN --  Warga Kabupaten Kebumen teruama yang  tidak memiliki penghasilan tetap, sebenarnya ingin mengikuti anjuran pemerintah berdiam diri di rumah selama masa tanggap darurat bencana non-alam.

Namun dengan sangat terpaksa mereka harus keluar rumah berada di tempat-tempat umum dan berinteraksi dengan banyak orang, demi bisa mendapat nafkah. Penghasilan mereka sehari sering tidak mencukupi untuk kehidupan hari itu.

Derita ini dialami para tukang becak, buruh bangunan dan orang-orang yang harus keluar rumah agar bisa mencari penghasilan.

Nasib mereka sungguh merana, berbeda dengan orang dalam  pemantauan (ODP) dari kalangan tidak mampu yang melakukan karantina mandiri. Sebagian memperoleh bantuan pangan yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.

Permasalahan sosial inilah yang menggerakkan hati Hj Wahyu Siswanti SE MSi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan  Pemkab Kebumen, untuk mendatangi para tukang becak.

Terdapat lebih dari 100 tukang becak di kota Kebumen harus  berpacu dengan kehidupan mereka. “Kalau saya memulai  memberi bantuan sembako agar keluarga mereka bisa makan hari ini, bukan bermaksud riya. Saya hanya ingin menggugah kepedulian mereka yang mampu,”  kata Wahyu kepada koranbernas.id, Minggu (29/3/2020) sore.

Wahyu turun langsung ke beberapa pangkalan becak kemudian membagikan bantuan sembako. “Setelah menerima bantuan mereka senang dan bersedia  pulang, setelah  saya anjurkan pulang,“ ucapnya.

Namun dia tidak bisa menjamin pada hari berikutnya mereka bisa berdiam diri di rumah.

Menurut dia, mereka tidak mungkin di rumah seperti warga yang  punya tabungan atau stok pangan cukup. “Mereka harus mencari nafkah, pendapatannya mungkin hanya cukup untuk sehari atau bahkan sering tidak mencukupi,” kata dia.

Mengenai bantuan pangan untuk ODP dari kalangan keluarga tidak mampu  yang melakukan karantina mandiri, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Salam  SH, belum bisa memberikan datanya. “Saya  belum cek hari ini,“ kata Salam kepada koranbernas.id, Minggu (29/3/2020).

Jumlah ODP yang dirilis PSC 119 Dinas Kesehatan Kebumen hingga Minggu (29/3/2020) pukul 15:22 ada 1.118 orang. Baru satu orang selesai melewati masa pemantauan.

Sedangkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) 34 orang.  Enam orang PDP dinyatakan negatif Covid-19. Satu orang positif Covid-19 dan meninggal dunia. (sol)



Minggu, 29 Mar 2020, 16:39:15 WIB Oleh : Sholihul Hadi 3021 View
Mulai Masuk Masa-masa Sulit, Golkar DIY Bentuk Gugus Tugas Basmi Covid-19
Minggu, 29 Mar 2020, 16:39:15 WIB Oleh : Sholihul Hadi 444 View
Keraton Yogyakarta Disemprot, Kecuali Siti Hinggil
Sabtu, 28 Mar 2020, 16:39:15 WIB Oleh : Masal Gurusinga 339 View
Harga Gula Pasir Terus Meroket

Tuliskan Komentar