atas1

Trik Belanja Murah, Elus Jenggot Pedagang

Minggu, 19 Mei 2019 | 20:38:00 WIB, Dilihat 253 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Trik Belanja Murah, Elus Jenggot Pedagang Orang kaya Arab Saudi membagikan takjil dari dalam mobil di pinggir jalan. (istimewa)

Baca Juga : Resep Hidup Nyaman ala Dr KH Khoiruddin Bashori


KORANBERNAS.ID -- Belanja di Yogyakarta apalagi di kios atau pasar disertai tawar-menawar. Berbeda dengan di Mekkah. Di sana pembeli tidak bisa menawar, meski hanya belanja di kios, bukan toko yang sudah mematok harga pas.

"Suatu saat saya pengin bisa menawar. Teringat cerita teman, kalau pedagang dielus jenggotnya dia merasa tersanjung dan boleh menawar," kata Drg H Ircham Machfoedz MS lewat sambungan telepon seluler.

Maka dengan tangan agak gemetar karena takut salah informasi, dia mengelus jenggot sang penjual. Eh, ternyata benar. Dengan trik seperti itu harga boleh ditawar. Maka lancarlah tawar menawar dan dia memperoleh harga lebih murah.

Minum siang hari

Ada pengalaman kecil, saat suatu siang dia mengambil air Zamzam dari kran untuk dibawa ke hotel dalam termos. Di belakangnya ada jamaah yang mengambil di kran yang sama, dan langsung akan meminumnya.

Ketika tangannya dipegang untuk mencegah agar tidak minum, dia bilang: saya musafir. Ircham pun tersenyum.

Awalnya dia mengira jamaah tersebut lupa sedang berpuasa. Dia menyadari musafir boleh membatalkan puasa. Tetapi apakah tidak sayang puasanya?

Salah satu sudut Kota Jeddah dengan hiasan artistik. Kota ini bebas dari segala bentuk patung karena pemerintah memang melarang. (istimewa)

Hujan tangis

Ircham Machfoedz bersama jamaah yang dibimbingnya sudah berhasil menyelesaikan program umrah sembilan hari. Tawaf  wada atau tawaf perpisahan suasananya sangat mengharukan karena hujan tangis.

Tawaf diakhiri dengan doa oleh mutawif di dekat Kabah. Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan rombongan bertolak pulang ke tanah air.

Terbang menggunakan Saudi Arabia Airlines dari Bandara internasional Jeddah menuju Jakarta menempuh waktu sepuluh jam.

Perjalanan diteruskan ke Yogyakarta satu jam. Makan sahur di Jeddah dan buka puasa pas mendarat. Dihitung sejak keberangkatan waktu berpuasa selama 14 jam.

Ramadan di tanah suci memang sangat berkesan. Masing-masing orang merasakan suasana panas yang berbeda-beda. Ada yang merasa biasa saja. Tetapi ada juga yang merasakan suhu lebih panas. Itu semua tergantung karunia Allah SWT kepada umatNya.

"Masih terasa capek, tetapi puas bisa merasakan Ramadan di Tanah Suci," kata pria yang tinggal di Jalan Babaran Umbulharjo Yogyakarta itu kepada koranbernas.id, Minggu (19/5/2019). (sol)



Minggu, 19 Mei 2019, 20:38:00 WIB Oleh : Arie Giyarto 333 View
Resep Hidup Nyaman ala Dr KH Khoiruddin Bashori
Sabtu, 18 Mei 2019, 20:38:00 WIB Oleh : Sholihul Hadi 179 View
Evalube Gandeng Bikers Bukber di Panti Asuhan
Sabtu, 18 Mei 2019, 20:38:00 WIB Oleh : Masal Gurusinga 14134 View
Mengucur Deras, Sumur Ini Airnya Terbuang Sia-sia

Tuliskan Komentar