Senin, 27 Sep 2021,


tokoh-besar-kulonprogo-toyo-s-dipo-berpulangJenazah Toyo ketika tiba di rumah Nagung, Tayuban. (Anung Marganto/koranbernas.id).


Anung Marganto
Tokoh Besar Kulonprogo, Toyo S Dipo Berpulang

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO – Bupati Kulonprogo dua periode (2001-2011), H. Toyo Santoso Dipo (77), Sabtu petang (31/7/2021) sekitar pukul 17.51, meninggal dunia di RS Bethesda Yogyakarta. Jenazah almarhum, Sabtu malam dibawa ke rumah di Pedukuhan Nagung, Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan untuk disucikan. Selesai disucikan, jenazah almarhum dipindahkan ke rumah duka di Rumah Joglo Ngestiharjo, sekitar 4 km arah barat daya dari Nagung. Menurut rencana, jenazah almarhum Toyo S Dipo akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Ngestiharjo, pukul 11.00 WIB Minggu pagi ini (1/8/2021).


“Kulonprogo kehilangan salah satu putera terbaiknya,” ucap Aris Syarifudin anggota DPRD Kulonprogo dari Fraksi PDIP. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Umah 2 (Nurmadu) Triharjo, Wates ini mengaku, Toyo S Dipo adalah guru politiknya.


“Beliau adalah tokoh besar yang sangat berjasa dalam pembangunan mega proyek di Kulonprogo. Tempat rujukan para politisi Kulonprogo dan menjadi tempat curhat wong cilik jika mengalami sebuah permasalahan. Kami sebagai kader PDIP merasa sangat kehilangan atas meninggalnya beliau. Semua yang sowan ke tempat beliau selalu diterima dengan baik dan diberikan wejangan agar kelak menjadi pemimpin yang berhasil membawa kebaikan bagi rakyat. Jasa-jasa beliau semasa hidupnya sangatlah besar,” imbuhnya.

Menurut Aris, almarhum sudah sekitar tiga bulan menjalani perawatan di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Toyo Dipo masuk rumah sakit bulan puasa lalu. Saat itu mantan orang nomor satu di Kulonprogo tersebut mengalami sesak nafas. Kemudian dibawa ke RS Bethesda. Toyo meninggalkan satu istri dan lima anak serta empat cucu.


Selain menjabat Bupati Kulonprogo selama 2 periode (2001-2011) Toyo juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Di antaranya sebagai Ketua Keluarga Alumni Gadjahmada Kulonprogo selama dua periode (10 tahun). Ia dikenal mengajarkan semangat kegotongroyongan kepada alumni UGM, baik yang menjadi birokrat maupun berbagai profesi lain. Terakhir almarhum menjabat sebagai Wakil Ketua Pengda Kagama DIY bersama Ir. Gatot Saptadi.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah Kulonprogo Astungkara yang juga menjabat sebagai Ketua Kagama Kulonprogo menyatakan duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya mantan Bupati Kulonprogo ini. Menurut Astungkara, almarhum tidak saja meletakkan dasar-dasar kegotongroyongan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat menjadi Bupati Kulonprogo, tetapi juga turun langsung ke masyarakat bersama-sama dengan anggota Kagama Kulonprogo untuk ikut dalam pemberdayaan masyarakat.

“Pemkab Kulonprogo sangat kehilangan dengan meninggalnya beliau. Semoga mendapat tempat terbaik disisi-Nya.” pungkasnya. *

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini