TNI-stipram

Tim Kemendikbud Turun Bantu Palu

Jumat, 05 Okt 2018 | 17:28:41 WIB, Dilihat 200 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Tim Kemendikbud Turun Bantu Palu Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers di sela-sela menghadiri MJE 2018 di Sportorium UMY, Jumat (05/10/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : My Doctor Pertamina Raih Rekor MURI


KORANBERNAS.ID – Bencana alam gempa bumi disusul tsunami dan tanah bergerak yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala Suwesi Tengah (Sulteng) selain memakan korban jiwa dan harta benda, juga mengganggu sistem pendidikan di daerah tersebut.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menurunkan tim ke wilayah tersebut. Tugasnya adalah memulihkan sistem pendidikan yang tidak lagi berjalan karena bencana.

“Kami (Kemendikbud) turun full team, dengan pesawat Hercules, agar proses belajar dan mengajar di sana segera pulih,apapun kondisinya,” ungkap Muhadjir Effendy, Jumat (05/10/2018) kepada wartawan usai menyampaikan Pidato Iftitah acara Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) 2018 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Menurut menteri, aktivitas pendidikan di sekolah-sekolah Sulteng memang bisa disebut dalam kondisi kritis. Betapa tidak, dampak bencana itu tergolong sangat besar sehingga mempengaruhi mental para guru maupun pelajar itu sendiri.

“Target kita adakan memulihkan kembali mental para guru dan murid dengan trauma healing bekerja sama dengan trauma konseling, LSM yang bergerak di bidang tersebut serta para guru itu sendiri,” ungkapnya.

Muhajdir menyebutkan saat ini di Sulteng tercatat setidaknya terdapat 2.700 sekolah dengan jumlah guru 20 ribu orang dan jumlah siswa 200 ribu orang. Jumlah itu tentu saja tidak sedikit.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka, Kemendikbud RI saat ini sedang mengupayakan pemberian insentif kepada para guru, sebagaimana dilakukan untuk para guru yang menjadi korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kita mengusahakan bagaimana para guru di Sulawesi Tengah bisa mendapatkan insentif khusus,” tambahnya.

Mengenai besaran insentif tersebut sedang dalam proses  pendataan selanjutnya dihitung berapa kebutuhan anggarannya. “Kita masih menghitung anggarannya,” kata dia.

Mengingat bencana di Sulteng memporak-porandakan wilayah sehingga sulit untuk mengenali batas wilayah, Kemendikbud akan menjadikan Sulteng sebagai model sistem zonasi.

Hanya saja dia lebih menyarankan supaya dilakukan relokasi. Untuk itu, Kemendikbud perlu menjalin kerja sama dengan kementerian yang membidangi masalah tersebut yaitu Kementerian PUPR. “Kerja sama ini terkait dengan lay out, penataan lokasi (sekolah),” ungkapnya.

Pada bagian lain terkait dengan kurikulum dia mengakui anak-anak sekolah sudah terbebani mata pelajar yang berlebihan.

“Mata pelajarannya terlalu banyak. Kalau bisa kita kurangi karena anak-anak itu butuh pengetahuan yang lengkap termasuk soal lingkungan. Jangan sampai anak-anak tidak mengetahui nama ibu kotanya sendiri,” tambahnya.

Terkait acara Muhammadiyah Jogja Expo 2018 yang berlangsung tiga hari hingga Minggu (07/10/2018), Muhadjir Effendy sangat mengapresiasi gelaran event tersebut.

Muhammadiyah Jogja Expo 2018 dimeriahkan beragam acara di antarnya seni budaya,5.000 kader Muhammadiyah Membatik, tilawah, tabigh akbar, senam massal TK ABA se-DIY, festival angklung TK se-DIY, aneka lomba, talkshow, senam dan sepeda sehat warga Muhammadiyah, kaligrafi, lomba permainan etnik dan beragama acara menarik lainnya. (sol)



Jumat, 05 Okt 2018, 17:28:41 WIB Oleh : Surya Mega 175 View
My Doctor Pertamina Raih Rekor MURI
Jumat, 05 Okt 2018, 17:28:41 WIB Oleh : Arie Giyarto 309 View
Pesenam Terheboh Peroleh Hadiah Sepeda
Jumat, 05 Okt 2018, 17:28:41 WIB Oleh : Dwi Suyono 190 View
SMSR Yogyakarta Borong Juara Lomba Komik Sejarah

Tuliskan Komentar