atas1

Tiga Kali Terpilih, Anggota DPD RI Ini Menolak Dicalonkan Lagi

Minggu, 14 Jul 2019 | 01:01:12 WIB, Dilihat 6713 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Tiga Kali Terpilih, Anggota DPD RI Ini Menolak Dicalonkan Lagi Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo tampil di panggung bersama grup band Garuda Samsara pada acara syukuran di Gedung Muhammadiyah DIY Jalan Gedongkuning Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Emak Blogger Gelar Arisan Ilmu


KORANBERNAS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, Muhammad Afnan Hadikusumo, menyatakan dirinya menolak dicalonkan lagi pada pemilu lima tahun mendatang.

Pada Pemilu 17 April 2019, cucu  pahlawan nasional Ki Bagoes Hadikosoemo itu terpilih ke Senayan mewakili organisasi Muhammadiyah. Dengan mengantongi 170 ribu suara, untuk ketiga kalinya dia kembali menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024.

“Kita tahu diri. Saya sudah tua. Pada Pemilu 2024  umur saya 57 tahun,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019) malam, di Gedung Muhammadiyah DIY Jalan Gedongkuning Yogyakarta.

Di hadapan para pimpinan Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting hingga wilayah saat berlangsung acara syukuran bertema Bersyukur, Meraih Konsolidasi Persyarikatan, Afnan secara terang-terangan meminta jangan dicalonkan lagi.

“Ini periode terakhir saya. Jangan dicalonkan lagi. Yang lain saja, yang segar-segar masih banyak, dari AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) dan dari Aisyiyah. Ke depan Muhammadiyah bisa mendapatkan wakil yang lebih baik dari saya, mobilitasnya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Afnan juga menyampaikan komitmennya mengajak calon penggantinya, yang segera disiapkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, untuk berkeliling ke seluruh wilayah DIY.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dia pun menyampaikan apresiasi kepada semua pendukungnya terutama dari 532 ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di DIY.

Pimpinan ranting ibarat cucuk lampah pemenangan. Sedangkan kursi, kata Afnan, bukan tujuan utama Muhammadiyah.

“Tujuan awal kita dari dulu adalah konsolidasi Muhammadiyah. Kursi itu bonus. Jika tujuan utama meraih kursi maka tidak akan mendapat pahala, jika tujuannya konsolidasi persyarikatan Muhammadiyah maka akan mendapat pahala dan kursi,” paparnya.

Terkait pelantikan anggota DPD RI hasil Pemilu 2019 yang dijadwalkan Oktober mendatang, dia meminta doa dari warga Muhammadiyah supaya mampu bertahan dari godaan.

“Pemilihan pimpinan DPD agak berat godaannya. Insyaallah,  cita-cita dan keyakinan hidup warga Muhamadiyah tidak begitu. Kita tetap akan melihat kapasitas, kualitas dan... isi tas juga,” ujarnya berkelakar.

Afnan Hadikusumo menyampaikan sambutan pada acara syukuran. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Ubah sistem

Ahmad Syauqi selaku tim kampanye menambahkan, dari pengalaman Pemilu 2019 yang dirasakan sempat menyulitkan langkah organisasi Muhammadiyah, pihaknya merasa perlu menyampaikan rekomendasi supaya dilakukan perubahan sistem rekrutmen atau penjaringan calon anggota DPD RI dari Muhammadiyah.

Rekomendasi yang diserahkan langsung kepada Azwan Latif dari PWM DIY itu semata-mata untuk menjaga marwah persyarikatan.

Salah satu isi rekomendasi, PWM DIY mulai melakukan penjaringan calon anggota DPD RI dua tahun setelah pemilu. Tahapan pertama dipilih lima calon terlebih dahulu kemudian disosialisasikan ke seluruh warga Muhammadiyah.

Selanjutnya, satu tahun sebelum pendaftaran calon ke KPU, PWM DIY sudah harus memutuskan seorang calon yang akan diusung.

Menurut Syauqi, pemilihan lebih awal ini sangat penting sebab persoalannya tidak sederhana dibanding memilih kepala sekolah Muhammadiyah, direktur rumah sakit maupun rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Memilih calon anggota DPD RI sama artinya menjaga amanah masyarakat DIY.

“Betapa tidak mudah karena kita bertarung bebas di area yang membutuhkan elektabilitas. Kalau tidak disiapkan, rasanya kita akan kesulitan. Jika rekomendasi ini diterima maka dua tahun lagi sudah muncul lima calon yang akan menggantikan Afnan,” ungkap dia.

Kilas balik dia menyampaikan, terpilihnya Afnan Hadikusumo sudah melalui penjaringan di internal Muhammadiyah pada 2 Januari 2018.

Sebelumnya juga dilakukan diskusi panjang yang tidak bisa diputuskan dalam waktu satu-dua hari, disusul kemudian konsolidasi selama berbulan-bulan.

Subuhan, tahajud, semua dilakukan untuk memastikan amanah ini harus dijaga. Insyaallah ini suara murni, jauh dari fitnah dan money politics,” ucap dia.

Dia mengakui, keputusan politik memang tidak bisa menyenangkan apalagi membahagiakan semua pihak. Politik pasti akan meninggalkan luka namun semua itu tidak ada niat lain kecuali membawa marwah persyarikatan dan melayani warga Muhammadiyah.

Pada pemilu tahun ini terdapat sepuluh orang anggota DPD RI dari Muhammadiyah. Usai pelantikan, tugas Afnan berikutnya adalah melakukan koordinasi membentuk semacam kaukus di Senayan. Tujuannya suatu saat Muhammadiyah memiliki kekuatan di parlemen.

“Sungguh amanah ini tidak mudah namun Pak Afnan tidak sendirian karena disertai doa dari ratusan ribu warga Muhammadiyah dan pitulungan Gusti Allah,” kata Syauqi.

Sedangkan Azwan Latif menegaskan salah satu sifat Muhammadiyah adalah membuat indah peraturan yang berlaku serta bersikap lapang dada.

Mengingat anggota dan simpatisan Muhammadiyah tersebar di hampir seluruh partai politik (parpol), sesuai tema acara syukuran yang dirancang sejak sebulan silam, dia menyatakan sudah saatnya mereka semua kembali ke pangkuan persyarikatan. (sol)



Sabtu, 13 Jul 2019, 01:01:12 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 484 View
Emak Blogger Gelar Arisan Ilmu
Jumat, 12 Jul 2019, 01:01:12 WIB Oleh : Prasetiyo 1644 View
Perpustakaan SMAN 1 Purbalingga Maju ke Tingkat Nasional
Jumat, 12 Jul 2019, 01:01:12 WIB Oleh : Nila Jalasutra 547 View
Ini Bukti Koperasi di Sleman Maju

Tuliskan Komentar