tiga-bersaudara-ini-tanggal-lahirnya-sama-bukan-kembarTiga bersaudara Yuni, Gaib dan Lisna. Tanggal lahirnya sama, 23 Juni. (istimewa)


arie-giyarto

Tiga Bersaudara Ini Tanggal Lahirnya Sama, Bukan Kembar

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA --  Orang-orang yang terlahir kembar umumnya merayakan ulang tahun pada tanggal yang sama. Itu pun dianggap biasa.

Tetapi yang dialami tiga saudara kandung ini sepertinya terbilang langka. Ketiganya lahir pada tanggal yang sama, 23 Juni, hanya saja tahunnya berbeda. Jarak kelahirannya pun sama, masing-masing terpaut tiga tahun.


Baca Lainnya :

Asri Yuniati bersaudara ini merupakan anak dari pasangan Suhardi penduduk Blembem Pakem Sleman dan Hj Rukilah dari Tambalan Dusun Trayeman Pleret Bantul. Kedua orang tua mereka sudah lama meninggal dunia.

Asri Yuniati yang akrab disapa Yuni sebagai anak sulung lahir pada 23 Juni 1961. Sedangkan adiknya, Gaib Prawoto SE lahir 23 Juni 1964, sementara si bungsu Yun Lisnawati  lahir 23 Juni 1967.


Baca Lainnya :

Gaib Prawoto per 1 Juli 2020 ini resmi pensiun dari BRI Lancangkuning Riau sedangkan Yun Lisnawati  merupakan sarjana Farmasi lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat ini menjadi wiraswasta di Bogor.

"Kebetulan jarak kelahirannya sama, tiga tahun," kata Yuni menjawab koranbernas.id, Selasa (30/6/2020), melalui sambungan telepon seluler.

Dulu memang ketiganya sempat sangsi bahkan meragukan kebenaran tanggal lahirnya yang sama. Ayahnya selalu marah setiap kali ditanya sebab setiap kali anaknya lahir dia segera mengurus surat kelahiran.

Yuni sebagai anak pertama masih menggunakan surat kelahiran. Gaib dan Lisna sudah dengan akta kelahiran sesuai zamannya.

Ternyata ayahnya bisa membuktikan kebenaran tanggal lahir yang sama itu. Sama sekali tidak ada rekayasa. Keraguan mereka seketika hilang. Menurut ayahnya, apa gunanya merekayasa tanggal lahir?

Yuni juga semakin yakin karena keluarga ayahnya dikenal tertib administrasi. "Terutama bulik Piyah yang menjadi guru SD itu rajin mencatat sesuatu yang terjadi di keluarganya,” ungkap Yuni mengenai adik ayahnya yang sudah agak lama pensiun sebagai kepala sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Pakem Slelman.

Yuni tinggal di Kranginan Potorono Kecamatan Banguntapan Bantul. Sepeninggal Mohammad Ikhsan, suaminya yang saat itu menjadi Sekretaris Desa Potorono, Yuni berjuang menghidupi anak-anaknya dengan usaha kecil-kecilan.

Pakai IUD

Meski tahun 1961 program KB belum populer dan masih dikelola swasta Lembaga Keluarga Berencana Nasional, tetapi Ny Rukilah sudah mengikutinya dengan alat kontrasepsi IUD. Setiap anaknya lahir dia kemudian pasang IUD.

"Ya memang ibu sudah sadar merencanakan keluarga dengan program KB. Tetapi sekeras apapun usaha manusia, Allah juga yang menentukan. Termasuk keajaiban tanggal lahir kami," kata Yuni mantap.

Dididik oleh keluarga ayahnya yang penuh sopan santun budaya Jawa dan bekal dasar agama, ketiganya tumbuh menjadi anak saleh dan salihah. Pendidikan selalu diutamakan. “Dulu kalau ujian, kami belajar dinihari ditunggui bulik Piyah,” kata Yuni.

Hidup rukun

Sebagai rasa syukur ditakdirkan lahir dengan tanggal yang sama mereka memperingatinya secara sederhana. Menurut Yuni, acara ulang tahun pernah sekali dirayakan besar-besaran.

Untuk ukuran masa itu hiburan band terbilang sudah wah. Sekarang setelah saling berjauhan perayaan ulang tahun cukup lewat telepon apalagi setelah ada video call menjadi lebih meriah.

Ketiganya hidup rukun saling membantu hingga kini. Yuni  dikaruniai tiga anak. Anak sulungnya, Rury, menikah dengan dokter Wawan dikaruniai dua anak.

Anak kedua, Kantan,  lulusan STAN kini bekerja di kantor pajak. Mertuanya juga pejabat di kantor pajak Bali. Si bungsu Firly usai kuliah bekerja di Jakarta dan akan menikah 25 Juli 2020. Karena kondisinya belum memungkinkan rencananya pernikahan itu hanya dihadiri keluarga dekat.

Gaib Prawoto menikah dengan Endah, pengusaha di bidang perbankan swasta. Pasangan ini dikaruniai empat orang jagoan yang semuanya berangkat dewasa. Keluarga Gaib terampil memainkan berbagai alat musik jadilah grup band. Dulu, ayah, ibu dan anak sering tampil satu panggung.

Sedang Lisna lulusan Farmasi UGM menikah dengan Ermilus, kini tinggal di Bogor menjadi wiraswasta. Pasangan itu dikaruniai dua anak lelaki dan seorang perempuan yang beranjak dewasa.

Tiga bersaudara ini sebenarnya akan memulai usaha properti di Bogor. Modalnya patungan. Sayang, pandemi Covid-19 membuat semua persiapan terhenti.

Namun demikian masih ada kesempatan bagi tiga bersaudara yang terpisah itu bertemu secara fisik saat acara pernikahan Firly, terutama keluarga Gaib yang sering berpindah tugas di sejumlah kota di Sumatra.

Seandainya tanggal pernikahan itu 23 Juni pasti akan lebih seru ya? (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini