atas1

Ternyata Ini yang Paling Ditakuti Sales

Senin, 08 Jul 2019 | 23:45:35 WIB, Dilihat 803 Kali - Oleh warjono

SHARE


Ternyata Ini yang Paling Ditakuti Sales Karyawan bagian pemasaran mengikuti sesi latihan mengendarai sepeda motor yang dilakukan oleh manajemen Danone, Senin (8/7/2019). (istimewa)

Baca Juga : Petani Gembira Tanaman Padinya Selamat dari Puso


KORANBERNAS.ID – Lalu lintas di kota-kota yang memiliki pelabuhan menjadi ancaman serius bagi tenaga-tenaga pemasaran atau sales.

Ketakutan ini muncul lantaran begitu banyaknya kendaraan besar termasuk truk kontainer dan tronton, yang sering membuat sepeda motor tidak terlihat oleh pengemudi angkutan besar.

“Tapi bukan hanya kota pelabuhan, lalu lintas padat di kota-kota besar, terutama d ruas jalan provinsi juga rawan bagi pengendara motor. Untuk itulah, kami menaruh perhatian serius terhadap upaya mengurangi angka kecelakaan bagi karyawan, utamanya tenaga-tenaga pemasaran atau sales yang saban hari berkendara di jalan raya,” kata Subagyo,  Business Fundamental Manager Danone.

Di sela-sela acara Defensive Driving Training (DDT) dan Safety Riding Training (SRT), Senin (8/7/2019), dia mengatakan nelalui cara ini, manajemen berharap pengetahuan dan skill mengenai keamanan berkendara, terus ter-update dan menjadi standar operasional saat berkendara di jalanan.

Pelatihan kali ini diikuti sekitar 180 tenaga pemasaran di Region Central Java Danone.

DDT diikuti oleh 40 peserta, sedangkan SRT melibatkan 143. Pelatihan berlangsung sehari penuh dengan materi teori dan praktik.

Menurut dia, pelatihan serupa menjadi agenda rutin dua tahunan yang digelar oleh Danone Group. Pelatihan wajib diikuti tidak hanya oleh karyawan baru, tapi juga karyawan lama.

“Kami mulai di tahun 2013. Sejak itu, kita dapat meraih zero accident. Pelaksanaan pelatihan kali ini kita lakukan di empat kota besar yakni Bandung, Surabaya, Makassar dan terakhir di Jogja. Tahun depan, pelatihan kita gelar region ain antara lain Jakarta dan Medan,” kata Subagyo.

Target dari kegiatan ini, katanya, untuk memenuhi standar Danone. Sesuai ketentuan, untuk karyawan lapangan yang setiap pehan berkendara minimal enam jam, wajib hukumnya mengikuti training.

Padahal realitasnya, tenaga pemasaran Danone, setiap hari saja bisa melakukan perjalanan atau berkendara lebih dari 12 jam.

Selain itu, pelatihan ini juga sebagai rangkaian persiapan untuk menghadapi audit WISE yang akan dilakukan November 2019.

“Tapi target utama kami tetap bagaimana berupaya menekan angka kecelakaan kerja. Kalau bisa zero accident tadi. Karena hal itu menjadi bagian dari key performance indicator kami,” katanya.

Regional Sales Manager Danone, Sriyanta, menambahkan, selama pelatihan seluruh peserta mendapatkan materi detail mengenai pengenalan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Mereka juga dibekali dengan wawasan mengenai keselamatan berlalu lintas secara umum serta melakukan praktik langsung dengan pengawasan para trainer.

Safety menjadi salah satu syarat bagi karyawan kami. Tiap karyawan harus mendapat pembekalan mengenai safety. Bagi kami di pemasaran, dengan perilaku yang safety, otomatis akan memunculkan performa bisnis yang juga bagus,” katanya.

Begitu pentingnya safety, selain wajib mengikuti pelatihan, manajemen juga memberlakukan aturan ketat dalam aktivitas keseharian karyawan. Manajemen memberlakukan audit non-teknis, dengan memonitor perilaku keseharian karyawan.

“Saat mengemudi tidak menggunakan safety belt misalnya, langsung kena SP 3. Begitu juga mengendarai sepeda motor tanpa helm dan menerima panggilan telepon saat berkendara. Kami juga rutin melakukan sidak diam-dam untuk memastikan karyawan patuh dengan ketentuan keamanan kerja,” kata Sriyanta. (SM)



Senin, 08 Jul 2019, 23:45:35 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1258 View
Petani Gembira Tanaman Padinya Selamat dari Puso
Senin, 08 Jul 2019, 23:45:35 WIB Oleh : Nanang WH 389 View
Ini Sosok Dua Bocah Penjaga Lintasan KA
Senin, 08 Jul 2019, 23:45:35 WIB Oleh : Sholihul Hadi 276 View
Komunitas Fortuner Indonesia Deklarasi Antinarkoba

Tuliskan Komentar