atas

Terlibat Kericuhan di UIN , USD Nonaktifkan Mahasiswanya

Selasa, 18 Sep 2018 | 14:27:31 WIB, Dilihat 312 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Terlibat Kericuhan di UIN , USD Nonaktifkan Mahasiswanya Rektor USD, Johanes Eka Priyatna menyampaikan kasus AM kepada wartawan di kampus setempat, Jumat(04/05/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id) KORANBERNAS.ID — Universitas Sana

Baca Juga : Terlibat Kericuhan di UIN , USD Nonaktifkan Mahasiswanya


KORANBERNAS.ID — Universitas Sanata Dharma (USD) mengambil sikap tegas pada salah seorang mahasiswanya, AM (24) yang ditangkap pihak kepolisian karena disinyalir menjadi salah satu pelaku perusakan pos polisi dalam aksi demo buruh di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga (suka), Selasa (01/05/2018) lalu. Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia asal Bandung tersebut dinonaktifkan dari kuliahnya.

Pihak kampus juga menyerahkan proses hukum AM kepada pihak kepolisian. Sebab AM menjadi salah satu dari 12 orang tersangka yang ditetapkan Polda DIY sebagai pelaku dalam kasus demonstrasi berujung ricuh.

“Kami serahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi. Sebelum proses hukum terbukti, mahasiswa yang bersangkutan kami nonaktifkan,” papar Rektor USD, Johanes Eka Priyatna kepada wartawan di kampus setempat, Jumat (04/05/2018).

Menurut Rektor, pihak kampus meminta maaf atas tindakan tidak terpuji mahasiswa mereka. Orangtua AM pun datang langsung dari Bandung untuk meminta maaf pada pihak kampus.

Selama ini tidak pernah ada mahasiswa USD yang melakukan tindakan anarkis. Namun dengan jumlah mahasiswa lebih dari 11 ribu, tidak mungkin pihak kampus bisa mengawasi mereka satu persatu.

AM diketahui merupakan aktivitis teater diluar kampus. Diluar teater, pihak kampus tidak mengetahui kegiatan atau organisasi yang diikuti AM.

“Karenanya dengan adanya kasus ini, kami akan melakukan pendampingan bila diperlukan. Kami memastikan tidak ada mahasiswa kami lainnya yang ikut aksi anarkis tersebut,” ungkapnya.

Rektor berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali kedepannya. Mahasiswa bisa menyalurkan aspirasinya dengan sewajarnya tanpa harus melakukan tindakan kriminal.

Sementara Dekan Fakultas Sastra USD, Tatang Iskarna menjelaskan, pihak keluarga tidak mengetahui AM ikut organisasi diluar teater. Orangtua yang datang ke kampus Rabu (02/05/2018) kaget saat tahu anaknya melakukan tindakan anarkis dalam aksi demonstrasi.

“Menurut orangtuanya, selama ini AM tidak pernah melakukan tindakan negatif, namun waktu SMA sering megikuti konseling ke psikolog,” imbuhnya.(yve)



Selasa, 18 Sep 2018, 14:27:31 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 2 View
Terlibat Kericuhan di UIN , USD Nonaktifkan Mahasiswanya
Selasa, 18 Sep 2018, 14:27:31 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 502 View
Sinergi Banyak Pihak, Kunci Pilkada Sukses
Selasa, 18 Sep 2018, 14:27:31 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 390 View
Pejabat Baru Harus Mampu Berinovasi

Tuliskan Komentar