atas1

Terkendala HAKI, Traktor Siluman Dibuat Terbatas

Rabu, 24 Jul 2019 | 19:53:16 WIB, Dilihat 882 Kali
Penulis : Nanang WH
Redaktur

SHARE


Terkendala HAKI, Traktor Siluman Dibuat Terbatas Kepala BAP3D Kebumen Puji Rahayu Rabu (24/7/2019) memberi keterangan pers didampingi Kepala Bagian Humas  Pemkab Kebumen, Budi Suwanto. (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Pemkab Klaten Ancang-ancang Tak Lagi Kelola Pasar Desa


KORANBERNAS.ID – Program Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang dikelola Badan Perencanaan  Penelitian Pengembangan Daerah (BAP3D) Kebumen dalam tiga tahun terakhir mampu menghasilkan 50 temuan masyarakat.

Salah satu di antaranya traktor siluman, berupa modifikasi traktor tangan yang dioperasikan menggunakan remote control. Traktor ini merupakan satu dari enam pemenang Program Krenova tahun 2019.

“Traktor itu ditemukan Wahid Hasyim dkk, warga Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo,” ungkap Puji Rahayu, Kepala BAP3D Kebumen, Rabu (24/7/2019), dalam konferensi pers di Pemkab setempat.

Dia didampingi Kepala  Bidang Penelitian  dan  Pengembangan  BAP3D Azida Nurul Haya serta Kepala Bagian Humas  Pemkab Kebumen, Budi  Suwanto.

Menurut Puji, belum semua penemu atau inventor menikmati hak  ekonomi yang lebih banyak, karena terkendala Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) maupun legalitas atas barang yang diperdagangkan.

Misalnya traktor siluman, si penemu belum merasa perlu memproduksi lebih banyak.  Wahid Hasyim hanya melayani  permintaan jika ada yang membutuhkan modifikasi seperti traktor siluman.

Traktor siluman bisa disebut baru semacam prototype, dibuat dalam jumlah terbatas, awalnya traktor bantuan pemerintah.

Lebih lanjut Puji menjelaskan program Krenova yang dikelola BAP3D Kebumen tahun 2017 menghasilkan 8 temuan. Pada 2018 terdapat 19 temuan dan tahun 2019 ada 23 temuan.  “Sebagian besar temuan di bidang pangan, rekayasa teknologi  serta manufaktur,” ungkapnya.

Ada pula, temuan sagon snack berbahan dasar kacang hijau oleh Agus Puspo Buntoro, warga Desa Nampudadi Kecamatan Petanahan.

Sedangkan Electronic Racing Fuel Ignition merupakan hasil temuan Khakim Fisabil, warga Desa Surotrunan Kecamatan Alian.

Abon  berbahan dasar buah bengkoang  ditemukan Nasywa A Putri dkk siswa SMA Negeri 1 Prembun serta kue brownis  berbahan dasar ketela ditemukan oleh Pawit Sumiati, warga Desa Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren.

“Temuan mereka bukan plagiat karya cipta orang lain,“ kata  Puji Rahayu. Hal ini berdasarkan  penilaian yang dilakukan oleh tim juri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas sesuai  bidangnya.

Puji Rahayu mengakui, semua temuan program Krenova belum ada yang memiliki hak cipta atau hak paten, serta pengesahan produk legal dari Badan Pegawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Ke depan akan dipikirkan temuan program Krenova dimintakan hak cipta atau hak paten serta pengesahan BPOM.

Dengan demikian inventor punya hak ekonomi berkelanjutan, jika temuan mereka khususnya rekayasa teknologi dan manufaktur digunakan pihak lain.

Produk makanan dengan packing dari program Krenova seperti  sate  Ambal  baru bisa  dipasarkan secara online atau sebagai oleh-oleh. Produk ini belum bisa dipasarkan di toko swalayan karena belum ada pengesahan dari BPOM.

Pengesahan hak edar produk makanan dalam program Krenova, menurut Azida Nurul Haya, inventor belum bisa memenuhi standar produksi yang ditentukan BPOM.

Misalnya, tempat produksi tidak boleh berhadapan dengan kamar kecil. Keterbataan luas tempat produksi menjadi hambatan produsen makanan bisa memenuhi ketentuan BPOM. (sol)



Rabu, 24 Jul 2019, 19:53:16 WIB Oleh : Masal Gurusinga 814 View
Pemkab Klaten Ancang-ancang Tak Lagi Kelola Pasar Desa
Rabu, 24 Jul 2019, 19:53:16 WIB Oleh : Nanang WH 602 View
Pemkab Kebumen Lamban Merespon Perkara Pilkades
Rabu, 24 Jul 2019, 19:53:16 WIB Oleh : Sholihul Hadi 434 View
Ribuan Linmas Bisa Digerakkan untuk Deteksi Radikalisme

Tuliskan Komentar