terjadi-kesenjangan-di-wilayah-perbatasan-diyLilik Syaiful Ahmad. (istimewa)


sholihul

Terjadi Kesenjangan di Wilayah Perbatasan DIY

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Sejumlah desa di Provinsi DIY yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memprihatinkan. Kondisi ini memicu terjadinya kesenjangan bahkan ketimpangan menyangkut kebutuhan dasar mulai dari pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur.

“Masih banyak wilayah desa di DIY yang berbatasan dengan Jawa Tengah menunjukkan indikasi ketertinggalan,” ungkap Lilik Syaiful Ahmad, anggota Komisi C DPRD DIY, yang salah satunya membidangi infrastruktur.


Baca Lainnya :

Kepada wartawan di DPRD DIY, Senin (13/7/2020), anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) ini mencontohkan dua desa di Kecamatan Semin Gunungkidul yaitu Candirejo dan Sambirejo serta desa Tancep di Kecamatan Ngawen. Kemudian, empat desa di Gedangsari yaitu Tegalrejo, Watugajah, Sampang dan Serut.

Di sana, kata dia, kesenjangan pembangunan infrastruktur antara perbatasan Jawa Tengah dengan DIY sangat jelas terlihat. Kondisi jalan wilayah barat sudah bagus sebaliknya wilayah timur sangat berbeda.


Baca Lainnya :

Anggota dewan asal Kulonprogo ini mendorong Pemda DIY memaksimalkan anggarannya untuk wilayah perbatasan. “Kondisi sosial-ekonomi masyarakat wilayah perbatasan merupakan potret pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Perda

DPRD DIY pada 13 Mei 2020 mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan dan Pembangunan Wilayah Perbatasan DIY. Regulasi tersebut merupakan pedoman bagi pembangunan wilayah perbatasan DIY.

Diiharapkan, perda ini mampu mewujudkan percepatan pembangunan daerah perbatasan terutama menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi wilayah marjinal di provinsi ini.

Dia menambahkan, dari fakta di lapangan banyak ditemukan ketimpangan pembangunan  wilayah perbatasan. Berdasarkan identifikasi, terdapat tujuh desa yang infrastrukturnya butuh perhatian.

Pemda DIY maupun kabupaten hingga tingkat desa, lanjut dia, harus secara bersama-sama memberi perhatian wilayah perbatasan. Selain itu, koordinasi antara Pemda DIY dengan Pemprov Jateng juga harus diintensifkan.

“Meningkatnya pembangunan di wilayah perbatasan akan menunjukkan keberhasilan pembangunan suatu wilayah,” tandasnya. Yang pasti, mampu mengurangi angka kemiskinan. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini