TNI-stipram

Teknik Cangkok tanpa Siram, Sebulan Keluar Akar

Senin, 29 Okt 2018 | 18:48:43 WIB, Dilihat 13318 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Teknik Cangkok tanpa Siram, Sebulan Keluar Akar Budiyanto, PPL di Kota Yogyakarta menunjukkan cangkok tanpa siram jambu madu deli. Belum sebulan sudah keluar akarnya. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Yogyakarta Uji Coba Tanam Kopi di Lahan Perkotaan


KORANBERNAS.ID -- Tanaman buah dalam pot (Tabulampot) menjadi pilihan banyak orang khususnya di wilayah perkotaan dengan ciri lahan sempit.

"Tanaman buah lebih menguntungkan karena masa panen bisa panjang. Untuk sayuran, hasilnya bisa dipetik dalam waktu lebih pendek tetapi rentang masa produksi juga lebih pendek," kata Budiyanto, Petugas Pertanian Lapangan (PPL) Kota Yogyakarta menjawab pertanyaan koranbernas.id, Senin (29/10/2018).

Meski dalam pot tetapi bila dirawat baik disertai pemupukan sesuai jadwal dan disiram sesuai kebutuhan maka bisa membawa hasil memuaskan. Tabulampot juga berfungsi sebagai hiasan halaman rumah.

Budi menyarankan, menanam buah dalam pot seyogianya jangan tinggi-tinggi karena daya tariknya akan  hilang. "Coba kalau pohon pendek dengan buah-buahan yang pating grandhul, tentu sangat menggiurkan;" katanya.

Selain diambil buahnya dan indah dilihat, pohonnya pun bisa dicangkok. Kalau masih ada lahan bisa ditanam sendiri. Kalau pun  tidak, bisa dijual.

Tabulampot yang tumbuh bagus dan berbuah lebat harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Di Pasar Tanaman dan Satwa Yogyakarta (PASTY), mangga arumanis dalam pot yang berbuah besar-besar bisa laku Rp 400.000. Harganya tergantung kualitas tanaman, tetapi tetap mempunyai nilai ekonomis.

Klengkeng yang lebat bunga dan bakal buahnya, ditanam langsung di tanah. (arie giyarto/koranbernas.id)

Cangkok tanpa siram

Apalagi sekarang ada teknologi cangkok tanpa siram yang gampang. Medianya menggunakan cocopeat basah. Caranya, batang dikuliti terlebih dulu untuk menghilangkan lendirnya, lalu digosok brambang yang sudah dibelah.

Lumurkan ke seluruh bagian yang sudah dibersihkan. Lalu balut cocopeat dengan plastik ukuran ketebalan tertentu. Ikat plastik erat-erat sampai kuat.

"Tanpa disiram, dalam waktu sekitar sebulan sudah keluar akar," kata Budi menunjukkan cangkokan jambu madu deli tanpa disiram yang baru sebulan sudah banyak akarnya.

Penggunaan brambang tujuannya mempercepat tumbuh akar secara tradisional, meski perangsang tumbuh akar siap pakai buatan pabrik pun banyak tersedia. Tetapi dengan brambang sangat irit.

Jambu mutiara dalam pot yang dibudidayakan petani di Patuk Gunungkidul. (arie giyarto/koranbernas.id)

Banyak sekali tanaman buah yang bagus ditanam dalam pot. Misalnya aneka mangga, aneka jeruk, juga klengkeng, nangka, jambu, sirkaya dan lain-lain yang sifatnya genjah.

Bahkan durian dan anggur pun bisa ditanam dalam pot. Teknologinya bisa dipelajari lewat You Tube. Pupuknya tersedia di toko sarana produksi pertanian.

Petani di Patuk Gunungkidul berhasil menanam jambu mutiara dalam pot. Jambu mutiara kini laris di pasaran dan harganya relatif stabil.

Memanfaatkan lahan sempit, bisa juga dilakukan di dak atas rumah. Apalagi untuk jenis tanaman yang butuh sinar matahari sepanjang hari.

Bagi lanjut usia, mengurus tanaman dalam pot juga bisa berfungsi sebagai hiburan, sekaligus olahraga secara tidak langsung. Ayo, kita kembali ke alam. (sol)



Jumat, 26 Okt 2018, 18:48:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 187 View
Yogyakarta Uji Coba Tanam Kopi di Lahan Perkotaan
Kamis, 25 Okt 2018, 18:48:43 WIB Oleh : W Asmani 80 View
Ingin Sukses Bersama Facebook, Ini Caranya
Kamis, 25 Okt 2018, 18:48:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 77 View
Konyol, Data Penduduk Dibiarkan tanpa Perlindungan

Tuliskan Komentar