atas1

Tata Ruang Wilayah DIY Berubah Total

Selasa, 12 Feb 2019 | 14:50:28 WIB, Dilihat 1283 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Tata Ruang Wilayah DIY Berubah Total Suasana RDP Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah di DPRD DIY, Selasa (12/2/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Kemiskinan di Provinsi DIY Cukup Meresahkan


KORANBERNAS.ID – Keberadaan bandara baru di Kulonprogo, penataan kawasan pantai selatan maupun pembangunan jalan tol, memaksa Pemda DIY bersama DPRD DIY harus mengubah secara total tata ruang wilayah provinsi ini.

Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang selama ini diberlakukan, akan dicabut menyusul dibahasnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY Tahun 2019-2039.

Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY Tahun 2019-2039, Selasa (12/2/2019) di DPRD DIY Jalan Malioboro, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menjelaskan penyusunan Perda RTRW yang baru dilakukan karena terjadi banyak dinamika pembangunan di lapangan.

“Perubahan lebih dari 20 persen, sesuai peraturan maka dilakukan penyusunan perda baru,” kata dia.

Selain  karena  regulasinya berubah, faktor bencana alam juga ikut mempengaruhi. “Gunung Merapi yang (dulu) meletus dengan luar biasa itu, membuat struktur dan pola ruang berubah. Pemanfaatannya juga berubah,” tambah Sekda.

Lahirnya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY juga mempengaruhi tata ruang. “Dulu bandara belum muncul. Jalan tol juga belum muncul. Ini artinya, bagian dari tugas kita menyusun dokumen di masa yang akan datang untuk mengendalikan pembangunan di DIY,” kata Sekda.

Sekda DIY Gatot Saptadi. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Melalui RDP yang dipimpin Suharwanta selaku Ketua Panitia Khusus (Pansus), perwakilan dari kabupaten/kota maupun akademisi menyampaikan beragam masukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Eddy Praptono, menyampaikan perlunya dibedakan sempadan pantai yang berupa tebing maupun pasiran atau pantai berpasir.

Dia juga memberikan masukan terkait kawasan bentang alam karst yang seolah-olah menyulitkan Pemkab Gunungkidul berkembang.

Menjawab keluhan itu, Gatot Saptadi mengatakan dirinya mengetahui Pemkab Gunungkidul tidak bisa berbuat banyak mengingat kawasan karst yang dilindungi oleh undang-undang. “Dulu pada perda lama karst diblok. Sekarang diarsir,” kata Sekda.

Mengenai sempadan pantai, anggota pansus, Eko Suwanto,  menyatakan sempadan pantai berjarak 100 meter dari titik garis pasang laut tertinggi. Sampai hari ini belum ada peta batas tebing maupun batas pasir.

Dia sepakat, DIY harus belajar dari bencana alam yang terjadi di Banten. Pantai harus dikembalikan sebagai area publik. “Tidak ada daerah sepanjang pantai itu milik privat,” ujarnya.

DPRD DIY prihatin saat melakukan kunjungan kerja di Pantai Sepanjang Gunungkidul mendapati ada pantai sudah dipagari seolah-olah menjadi milik pribadi.

Demikian pula di Bantul, sempadan pantai digunakan untuk kegiatan ekonomi. “Mari kita selamatkan pantai sebagai area publik. Negara harus hadir melakukan perbaikan dengan pendekatan kemanusiaan. Selama ini terjadi pembiaran, seolah-olah tidak ada pelanggaran,” kata dia.

Selaku ketua pansus, Suharwanta mengatakan prinsipnya pembahasan raperda ini tidak boleh menyalahi tata ruang nasional. Selain itu, juga memberikan ruang bagi daerah untuk melakukan pengembangan.

Yang pasti, DPRD DIY maupun Pemda DIY harus lebih cermat dan ekstra hati-hati karena perda itu berdurasi cukup lama, sampai 20 tahun ke depan.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD DIY Dharma Setiawan mendorong Pemda DIY bersikap aktif sehubungan banyaknya tata ruang yang berubah. (sol)



Senin, 11 Feb 2019, 14:50:28 WIB Oleh : Sholihul Hadi 580 View
Kemiskinan di Provinsi DIY Cukup Meresahkan
Senin, 11 Feb 2019, 14:50:28 WIB Oleh : Arie Giyarto 3594 View
Pembeli Tak Sabar Ingin Segera Menyantap Durian Kaligesing
Minggu, 10 Feb 2019, 14:50:28 WIB Oleh : Nila Jalasutra 365 View
NU Godean Bangun Gedung Tiga Lantai

Tuliskan Komentar