atas1

Tashoora Bocorkan Single Album Kedua di Prambanan Jazz 2019

Sabtu, 06 Jul 2019 | 12:04:11 WIB, Dilihat 267 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Tashoora Bocorkan Single Album Kedua di Prambanan Jazz 2019 Penampilan Tashoora saat Prambanan Jazz 2019 pada Jumat (5/7/2019) malam. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Menabung Kini Tak Harus Antri


KORANBERNAS.ID -- Tashoora, band asal Yogyakarta yang berdiri tiga tahun silam sudah berhasil membuat gelombang baru di kancah musik dalam negeri. Tampil memukau di Prambanan Jazz 2019 meski minim dialog dengan penonton, tiap lagu dibawakan selalu mengajak penggemarnya ikut bernyanyi dan bertepuk.

Gurup band beranggotakan Danang Joedodarmo (Gitar, Vokal), Dita Permatas (Akordeon, Kibor, Vokal), Gusti Arirang (Bas, Vokal), Mahesa Santoso (Drum) dan Sasi Kirono (Gitar, Vokal). bergantian mendeskripsikan sejarah penciptaan disetiap lagu yang akan dinyanyikan.

Ironi sosial memang masih menjadi tema besar lirik-lirik Tashoora. Menurut mereka, lagu bisa disebut sebagai pelaporan kembali sebuah peristiwa atau reportase dengan menyelipkan tanya di tengahnya.

Sabda, Tatap dan Terang adalah sebagian single yang dibawakan Tashoora dalam Prambanan Jazz 2019, Jumat (5/7/2019) petang. Lagu-lagu tersebut diambil dari Live Extended Play yang mengudara di platform musik digital Desember 2018 silam. Selain itu Tashoora juga membawakan single hit Hitam yang sejak beberapa bulan lalu banyak diputar oleh radio tanah air.

Tak hanya itu, dalam kesempatan Prambanan Jazz 2019 kali ini mereka memperkenalkan tiga lagu baru. Surya, Agni dan Distilasi adalah tiga lagu yang akan masuk kedalam album kedua mereka. Album yang rencananya akan dirilis akhir 2019 ini berbeda dengan sebelumnya.

Jika konsep Live Recording mereka pilih pada album perdana, untuk album kedua Tashoora akan menggarapnya di studio. Diakui Danang Joedodarmo sang gitaris kepada media saat usai tampil di Prambanan Jazz 2019. Mencermati lirik single yang disiapkan untuk album kedua ini, Tashoora seolah menegaskan diri sebagai sebuah band yang menyanyikan ironi dan isu sosial.

Lagu "Agni" misalnya, dengan lantang membela orang-orang yang berani menyuarakan kasus pelecehan yang ditutup-tutupi demi nama baik kampus terbaik di Yogyakarta. Ada pula yang menyentil kasus seorang Camat Di Bantul yang ditolak warga karena berbeda keyakinan dan satu lagi Ibu Lurah terpilih yang juga ditolak warganya hanya karena dia seorang perempuan.

"Dan ini terjadi di sekitar kita, di DIY yang setahu kita sangat-sangat dekat dengan peradaban," terang Danang.

Sementara Gusti sang basis menambahkan, Sebetulnya juga bukan pilihan untuk konsisten menyanyikan isu-isu sosial, tapi isu-isu ini yang terus ada dikepala.

"Hal ini bikin kami uring-uringan hingga gak bisa tidur," imbuhnya.

Sebuah lagu baru berjudul "Surya" mengangkat cerita yang lebih jauh dari peradaban manusia modern. Kasus Giordano Bruno pada tahun 1600, yang dibakar karena fanatisme bodoh ini mereka bawakan dengan syair yang pendek namun tetap dengan diksi khas milik Tashoora.

Danang menceritakan, sejatinya lagu ini kami bawakan bersama band metal asal ibukota "Revenge". Tema yang mereka olah bersama ini pun masih kerap terjadi pada jaman sekarang, meski terpaut 419 tahun. Pada sebuah Jaman yang seharusnya manusia lebih cerdas.(yve)

 


Jumat, 05 Jul 2019, 12:04:11 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 448 View
Menabung Kini Tak Harus Antri
Jumat, 05 Jul 2019, 12:04:11 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 240 View
Jogja Istimewa Bergema di Prambanan Jazz 2019
Jumat, 05 Jul 2019, 12:04:11 WIB Oleh : Nila Jalasutra 187 View
Sleman Targetkan Ribuan Kantong Darah

Tuliskan Komentar