Selasa, 03 Agu 2021,


tak-punya-waktu-antar-sekolah-pickme-sajaFounder dan Owner PT Pick Me Anak Indonesia, Simon Suryanto (tengah) dalam peluncuran PickMe di kantor PT Pickme Indonesia, Jumat (26/4/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)


yvesta
Tak Punya Waktu Antar Sekolah, PickMe Saja

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Aktivitas mengantar anak ke sekolah setiap harinya sepertinya terlihat mudah. Namun bagi sebagian keluarga, kegiatan tersebut justru sering jadi masalah karena keterbatasan waktu orangtua yang bekerja.


Sementara untuk menitipkan mereka pada pengemudi transportasi umum juga bukan solusi. Kekhawatiran orangtua akan kesalamatan anak-anak karena diantar driver yang berbeda setip harinya jadi salah satu alasan.

  • Catat, Masuk ke Vredeburg Gratis
  • Kementerian PPPA Ajak Masyarakat Cegah Eksploitasi Anak

  • "Dari pengalaman saya harus antar empat anak ke sekolah tiap harinya akhirnya membuat saya mengembangkan aplikasi PickMe sejak 2018 lalu," ujar Founder dan Owner PT Pick Me Anak Indonesia, Simon Suryanto disela peluncuran PickMe di kantor PT Pickme Indonesia, Jumat (26/4/2019).

    Menurut Simon, dengan menggunakan platform layanan transportasi berbasis online ini, orangtua tidak perlu khawatir pada keselamatan anak-anak. Berlangganan secara bulanan, orangtua bisa memastikan data diri pengemudi yang mengantarkan anak-anaknya setiap hari selama sebulan.

  • Sleman Tuan Rumah Rakernas Asdeksi
  • Kejari Bantul Diminta Usut Proyek Dana Desa

  • Pengemudi di aplikasi ini pun keseluruhannya merupakan perempuan. Mereka harus melakukan sosialisasi kepada orangtua sebelum dipastikan menjadi pengemudi anak-anak.

    "Driver (pengemudi-red) kami harus datang ke rumah calon pelanggan sehari sebelum berlangganan untuk bersosialisasi pada orangtua dan anak-anak. Bila cocok baru dilanjutkan, namun bila tidak bisa ganti driver lain. Mereka akan jadi driver dengan keluarga yang sama setiap bulannya. Untuk memberikan jaminan keamanan, kami memilih driver yang punya keluarga dan rumah ditempat dia bekerja sehingga jatidirinya jelas," ungkapnya.

    Platform ini, lanjut Simon telah dikembangkan di lima kota besar. Selain Yogyakarta juga Semarang yang diluncurkan 22 April 2019 lalu, Surabaya pada 24 April 2019 dan Jakarta serta Bandung.

    Selain PickMe School, bagi profesional dan karyawan bisa berlangganan di aplikasi PickMe Pro. Dengan harga yang flat, semua penumpang PickMe dilindungi asuransi dan mendapatkan harga yang sudah pasti tidak berubah-ubah.

    Terdapat tiga jenis kendaraan yang ditawarkan untuk aplikasi ini berdasarkan jenis mobilnya. Untuk PickMe School ada kategori Red, Yellow, Green. Untuk PickMe Pro kategori VIP, Reguler, Ekonomis. Untuk kategori VIP, Red seharga Rp 4 ribu per kilometer, kategori Regular - Yellow dengan harga Rp 3500 per kilometer dan Ekonomis, Green dengan harga Rp 3 ribu per kilometer..

    PickMe yang sudah didaftarkan di Paten Indonesia saat ini sudah memiliki lebih dari 500 driver yang tersebar di lima kota tersebut. Ditargetkan tahun ini akan diluncurkan di 27 kota besar lainnya.

    "Aplikasi ini diharapkan juga membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan karena satu mobil bisa digunakan oleh lima sampai enak orang atau anak-anak," imbuhnya. (yve)


    TAGS:

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini