atas

Tak Perlu Khawatir Stok Beras Jogja

Selasa, 04 Des 2018 | 23:06:09 WIB, Dilihat 67 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Tak Perlu Khawatir Stok Beras Jogja Kadivre Bulog DIY, Akhmad Kholisun disela pantauan harga pangan Kementerian Perdagangan (kemendag), Selasa (4/12/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Uniknya Dakon Pura Pakualaman


KORANBERNAS.ID -- Perum Bulog Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan stok beras selama tiga bulan mendatang aman. Bahkan bila terjadi kenaikan permintaan selama Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Saat ini stok beras di DIY mencapai 12.300 ton. Diperkirakan stok ini akan mencukupi kebutuhan warga hingga awal panen pada April 2019 mendatang.

"Stok beras cukup sampai april karena sudah panen raya," ujar Kadivre Bulog DIY, Akhmad Kholisun disela pantauan harga pangan Kementerian Perdagangan (kemendag), Selasa (4/12/2018).

Menurut Kholisun, kenaikan beras mulai terjadi pada Desember ini, khususnya untuk jenis beras premium antara Rp 200-600 per kg. Selain kebutuhan naik, kenaikan harga beras karena penyerapan beras dari petani juga kecil pasca tidak adanya lagi panen sebelum April 2019.

"Karenanya kami mengantisipasi dengan menambah stok dari daerah yang berlebih," ujarnya.

Selain beras, stok sejumlah bahan pangan juga masih aman. Sebut saja stok gula pasir sebanyak 4.100 ton dan minyak goreng sebanyak 54 ribu liter.

Bulog juga memasitkan ada lebih dari 1,6 ton daging tersedia. Dalam waktu dekat akan ada tambahan sekitar 7 ton daging kerbau untuk memasok kebutuhan pangan di DIY yang bisa memenuhi kebutuhan dua bulan kedepan.

"Sekarang baru dalam proses pengiriman sekitar tujuh ton daging kerbau. Daging ini mulai dilirik sebagai pengganti daging sapi karena dari penelitian lebih rendah kadar kolesterolnya, lebih gurih dan tentu lebih murah sekitar tujuh puluh ribu per kilonya," jelasnya.

Kepala Disperindag DIY, Tri Saktiyana (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana mengungkapkan pihaknya siap membuka kran kerjasama perdagangan antardaerah. Dengan demikian tidak terjadi kenaikan harga pangan yang signifikan sekaligus untuk mencukupi kebutuhan pangan.

"Kami juga melakukan operasi pasar terus agar secara psikologis masyarakat tahu harga dan stok bahan pangan aman," jelasnya.

Dicontohkan Tri, untuk stok telur, pihaknya kerjasama dengan peternak dari daerah lain seperti dari Jawa Timur, Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Sebab jumlah peternak ayam di kota ini semakin berkurang.

"Harga telur akan naik sampai awal februari nanti, karenanya kami membuka kran kerjasama dengan daerah lain," imbuhnya.(yve)



Selasa, 04 Des 2018, 23:06:09 WIB Oleh : W Asmani 94 View
Uniknya Dakon Pura Pakualaman
Selasa, 04 Des 2018, 23:06:09 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 69 View
Jelang Natal, Pasokan Pangan di Jogja Aman
Selasa, 04 Des 2018, 23:06:09 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 767 View
Ada yang Diam, Sibuk Ganggu Temannya

Tuliskan Komentar