atas1

Tak Perlu Khawatir, Kaum Difabel Tetap Diperhatikan

Kamis, 06 Des 2018 | 00:21:13 WIB, Dilihat 417 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Tak Perlu Khawatir, Kaum Difabel Tetap Diperhatikan Perayaan Hari Disabilitas di Pemkota Yogyakarta, Rabu (5/12/2018). (W asmanj/koranjogja.com

Baca Juga : Bisa Menjelajahi Watu Goyang dengan Jeep


KORANBERNAS.ID --Pemerintah Kota (pemkot) Yogyakarta memberikan kesempatan bagi kaum disabilitas untuk berkembang melalui pelatihan. Mereka juga mendapatkan bantuan modal usaha.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Bejo Suwarno, di sela peringatan Hari Disabilitas Internasional, dengan tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas" di halaman balaikota Yogyakarta, Rabu (5/12/2018) mengungkapkan, 

pihaknya memberikan pelatihan pembuatan suvenir, batik dan telur asin kepada penyandang disabilitas.

"Selai  itu bantuan modal usaha sebesar Rp 1.500.000 kepada 15 peserta," jelasnya.

Bejo melanjutkan, Pemkot juga memberikan bantuan, pembinaan dan bantuan kepada 20 keluarga penyandang disabilitas.

Untuk penyandang disabilitas kategori berat, pemerintah memberikan bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak 33 orang dan bantuan yang bersumber APBD sebanyak 115 orang, sebanyak Rp. 300.000 per bulan.

" Namun untuk tahun depan bantuannya berkurang menjadi Rp. 110.000 perbulannya," terang bejo.

Dia menambahkan jumlah penyandang disabilitas di kota Yogyakarta sebanyak 3477 orang, dan kecamatan inklusi sebanyak 8 orang. Targetnya tiap tahun diadakan penentuan kecamatan inklusi.

"Sehingga pada tahun 2022, Yogyakarta benar menjadi kota ramah insklusi," terangnya.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta,  Titik Sulastri yang membacakan sambutan Walikota Yogyakarta, mengatakan peringatan Hari Disabilitas dimaksudkan untuk melihat Indonesia sebagai negara inklusi  dan ramah disabilitas.

"Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dasar yang saling menghargai satu individu dengan individu lainnya, serta menghilangkan hambatan. Individu dapat berkreasi, produktif berguna untuk dirinya dan masyarakat," paparnya.

Penyandang disabilitas punya kedudukan yang sama dengan warga megara lainnya. Untuk itu pemkot dan steakholder terkait, berkewajiban memberikan perhatian penuh penyandang disabilitas  sebagai elemen masyarakat di Yogyakarta

Titik menambahkan, diperlukan kebijakan yang selaras dengan kepentingan penyandang disabilititas dalam proses pembangunan. Pemkot juga berkomitmen  menggalang kepedulian, kesejahteraan dan pemberdayaan bagi disabilitas dalam segala bidang.

"Hal ini Sebagai salah satu bentuk perwujudan kota Yogyakarta sebagai kota ramah disabilitas," imbuhnya.(yve)

 


Rabu, 05 Des 2018, 00:21:13 WIB Oleh : Sari Wijaya 531 View
Bisa Menjelajahi Watu Goyang dengan Jeep
Rabu, 05 Des 2018, 00:21:13 WIB Oleh : Surya Mega 810 View
Karena Faktor Ini, Banyak Kepala Desa Tersangkut Korupsi
Rabu, 05 Des 2018, 00:21:13 WIB Oleh : Nila Jalasutra 656 View
Juara Liga 2, Pemain PSS Diharuskan Jalan Kaki

Tuliskan Komentar