tak-lagi-jual-complongan-keuntungan-perajin-meningkatKegiatan perajin di workshop KUP dan KUB Margo Rahayu, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Rabu (12/2/2020). (nanang wh/koranbernas.id)


nanang

Tak Lagi Jual Complongan, Keuntungan Perajin Meningkat


SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN — Perajin anyaman pandan di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen bertambah omset usahanya setelah tidak menjual complongan (setengah jadi). Perajin yang tergabung dalam Kelompok Usaha Produktif (KUP) dan Koperasi Usaha Bersama (KUB) Margo Rahayu, bertambah omsetnya setelah menjual souvenir berbahan anyaman pandan.

Ketua KUB Margo Rahayu, Muazanah, saat ditemui di lokasi workshop di Dusun Sentana Kunci, Desa Grenggeng, Rabu (12/2/2020), menjelaskan jika dijual complongan maka perajin hanya mendapat hasil Rp 12.500 per lembar untuk anyaman polos dan Rp 17.500 anyaman dengan motif lebih sulit. “Seorang penganyam yang sudah ahli, sehari bisa merampungkan 3 lembar complongan, “ kata Muazanah.


Baca Lainnya :

Harga jual anyaman complongan jauh lebih rendah dibanding jika sudah menjadi souvenir. Souvenir pernikahan, seminar atau kegiatan lain yang mengundang banyak tamu, memberi andil besar pertumbuhan omset KUB Margo Rahayu. Contohnya, dompet ukuran kecil untuk souvenir pernikahan dijual Rp 8.000 per buah dan termahal Rp 25.000 per buah.

Sedangkan tas untuk souvenir seminar atau kegiatan semacamnya, dijual paling murah Rp 60.000 per buah. Penjualan tas untuk seminar memberi nilai tambah usaha KUB yang dibina Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen.


Baca Lainnya :

“Tas ini harganya Rp 60.000,“ kata Muazanah sambil menunjukan setumpuk tas yang dipesan sebuah perguruan tinggi swasta untuk keperluan souvenir seminar. Pemasaran souvenir KUB ini selain pasar lokal Kebumen, juga ada pasar di luar Kebumen, bahkan di luar Jawa. Pembeli di luar Kebumen umumnya pedagang souvenir anyaman pandan.

“Pembeli akan transfer uang jika kami sudah menunjukan barang dan bukti pengiriman,“ kata Muazanah.

Model perdagangan online mulai berjalan setelah KUB ini mempublikasikan produknya di Instagram dan Facebook. Sedangkan penjualan dengan cara COD (cash on delivery) hanya dilayani untuk penjualan lokal Kebumen.

Penjualan COD jarang terjadi karena pembeli umumnya lebih senang membeli langsung di workshop Margo Rahayu. Selain bisa memilih model barang, juga bisa tawar-menawar harga barang.

“Harga barang makin tinggi jika mengikuti pameran handycraft di hotel-hotel atau pameran bertaraf nasional. Bisa dua kali lipat dibanding harga jual di sini,“ kata Muazanah.

Dewan Kerajinan Daerah Kebumen dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen sering mengikusertakan souvenir anyaman pandan mengikuti pameran industri kerajinan. (eru)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini