atas

Tak Ingin Terjebak Bank Plecit? Ikut UMI Saja

Rabu, 05 Des 2018 | 16:02:43 WIB, Dilihat 101 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Tak Ingin Terjebak Bank Plecit? Ikut UMI Saja Gubernur DIY, Sri Sultan HB X

Baca Juga : Terjadi Pembiaran Perusakan BCB, Lurah pun Ikut Prihatin


KORANBERNAS.ID -- Banyak pedagang kecil atau usaha kecil mikro yang terjerat lintah darah atau bank plecit demi mendapatkan hutang untuk bisa terus berjualan. Mereka tidak bisa mencicil pinjaman karena tingginya bunga dari bank plecit.

Untuk itu Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan DIY dibawah Kementerian Keuangan (kemenkeu) pun menggulirkan program Ultra Mikro Kredit (UMI). Program yang diperuntukkan bagi usaha sangat mikro digulirkan sejak Agustus 2017 lalu. 

"Detil teknis pembiayaann mikro ini dalam rangka menolong pelaku usaha mikro agar semakin sedikit terjerat lintah darah atau bank plecit kalau di jogja seperti nasi pecel, gorengan atau kerajinan kecil," ungkap Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan DIY, Heru Pudyo Nugroho usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Rabu (5/12/2018).

Menurut Heru, skema pembiayaan UMI sangat murah dengan bunga maksimal 6 persen per tahun. Plafon pinjaman sebesar Rp 2 sampai 10 juta per orang.

Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan DIY menggandeng sejumlah lembaga penyalur pinjaman seperti Pegadaian. Pedagang cukup membawa KTP dan surat ijin usah kecil menegah untuk bisa mendapatkan pinjaman dengan tenor selama 3 tahun atau 48 bulan.

Sejak digulirkan, Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan DIY sudah menyalurkan dana pinjaman ringan sebesar Rp 19 Miliar bagi 5.300 debitur. Sleman dan Bantul merupakan dua kabupaten yang sudah menerapkan program tersebut secara baik.

"Selain pinjaman juga ada pendampingan untuk meningkatkan kualitas usaha," jelasnya.

Sementara Sultan mengungkapkan program UMI diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian perorangan namun hingga ke tingkat desa. Dengan demikian kredit tersebut dapat bermanfaat secara luas.

"Harapan saya kredit diarahkan pada desa-desa. Banyak program bisa di-backup ultra mikro kredit ini soalnya memang sekarang tidak mungkin memberi kredit bergulir,' imbuhnya.(yve)



Rabu, 05 Des 2018, 16:02:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 105 View
Terjadi Pembiaran Perusakan BCB, Lurah pun Ikut Prihatin
Rabu, 05 Des 2018, 16:02:43 WIB Oleh : W Asmani 77 View
Meski Direhab, Pedestrian Kotabaru Belum Ramah Difabel
Selasa, 04 Des 2018, 16:02:43 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 67 View
Tak Perlu Khawatir Stok Beras Jogja

Tuliskan Komentar