atas1

Syawalan Agar Tidak Kepaten Obor

Senin, 10 Jun 2019 | 16:24:07 WIB, Dilihat 323 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Syawalan Agar Tidak Kepaten Obor Syawalan menyatukan kerabat dan saudara yang kadang tinggalnya berjauhan. (Istimewa)

Baca Juga : Lebaran di Jepang Dapat Kupon Makan Gratis


KORANBERNAS.ID--Libur lebaran telah berakhir dan semua memulai aktifitas pekerjaan seperti semula sejak Senin (10/6/2019). Perkantoran pemerintah dan swasta sudah banyak yang beraktifitas, setelah sepekan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan silaturahmi dan berlibur, kumpul dengan keluarga.

“Keluarga kami juga memanfatkan lebaran kemarin untuk berkumpul dengan seluruh keluarga. Dengan silaturahmi mempererat persaudaraan dan menjadi penyemangat saat bekerja kembali. Ibarat baterai seperti kembali di charge,”kata Humas Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Widarta kepada koranbernas.id.

Di keluarganya, lanjut Widarta ada acara syawalan trah Eyang Karto Dimejo yang berpusat di Dusun Temben Ngentakrejo, Kulon Progo. Tahun ini bertempat di rumah salah satu keluarga, Suparno di Desa Ngentakrejo.

“Seperti disampaikan ketua panitia syawalan trah, Kuat, jika kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahim sesame keluarga garis keturunan Trah Karto Dimejo dari mulai yang paling tua (anak) hingga yang paling muda muda (buyut),”katanya.

Pertemuan yang diadakan setiap tahun sekali pada hari kedua lebaran ini merupakan kesepakatan pengurus dan tempatnya pun bergantian atau bergilir. Pada tahun ini sudah memasuki putaran ke -4 dengan pertemuan ke-23. Dari awalnya yang hanya beranggotakan tidak lebih dari 60 orang sekarang sudah mencapai ratusan orang yang menjadi warga trah.

Terpenting dari acara ini adalah ikrar bersama seluruh warga trah yang disampaikan oleh Aris Mashuri, yang wajib diikuti oleh seluruh peserta. Dan tausyiah singkat dari 2 ustadz yang masih keturuan Eyang Karto Dimejo, yaitu Ir Horison, SH dari Lampung dan Subihi, S.Pd dari Natuna.

Dalam ceramahnya keduanya menekankan pentingnya silaturahim untuk menjaga kekompakan dan mempererat tali persaudaraan. Disampaikan juga acaman Allah SWT apabila sampai memutus silaturahim.

“Makna dari Syawalan trah Eyang Karto Dimejo, menciptakan kesatuan dan kesatuan. Yang intinya tetap terjali silaturahim diantara garis keturunan Karto Dimejo. Keturunan Eyang Karto Dimejo yang sekarang sudah tersebar sampai hampir di seluruh Indonesia diusahakan untuk bisa menyempatkan berkumpul di hari ke-2 syawal, agar tidak terputus atau kepaten obor,” katanya. (SM)



Senin, 10 Jun 2019, 16:24:07 WIB Oleh : Prasetiyo 202 View
Lebaran di Jepang Dapat Kupon Makan Gratis
Senin, 10 Jun 2019, 16:24:07 WIB Oleh : W Asmani 356 View
Lebaran Hari Kelima, Terminal Purworejo Sepi
Senin, 10 Jun 2019, 16:24:07 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 246 View
ASN Bolos Harus Bawa Surat Dokter

Tuliskan Komentar