atas

Sumur Bor di Gari Beroperasi Penuhi Kebutuhan Warga

Senin, 19 Nov 2018 | 21:23:43 WIB, Dilihat 397 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


Sumur Bor di Gari Beroperasi Penuhi Kebutuhan Warga Cyrillus Harinowo dan sejumlah pejabat ikut menyaksikan peresmian instalasi sumur bor di Gunungkidul. (istimewa)

Baca Juga : Sumur Tadah Hujan Masih Kering


KORANBERNAS.ID—Masyarakat di Desa Gari Gunungkidul, mulai menikmati aliran air dari sumur bor yang resmi beroperasi di wilayah mereka. Suplai air dari sumur bor sumbangan dari BCA ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Gari dan sekitarnya.

Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo mengatakan, program sosial penyediaan instalasi sumur bor ini dilatarbelakangi oleh pertimbangan mengenai pentingnya sumber air bagi kehidupan manusia.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA yang diprakarsai Corporate Social Responsibility (CSR) BCA berinisiatif untuk turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya di bidang kesehatan. Inisiatif ini diimplementasikan dengan donasi yang diberikan BCA sebesar Rp 300 juta untuk instalasi sumur bor untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta.

Peresmian instalasi sumur bor ini dihadiri oleh Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati, Kepala Pengembangan Bisnis Cabang (KPBC) BCA KCU Yogyakarta Wahyu Hariatmanto, Bupati Gunungkidul Badingah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunungkidul Eddy Praptono, dan Kepala Bappeda Gunungkidul Sri Suhartanta di Balai Dusun Karangtengah II, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (16/11).

Cyrillus menuturkan, pemberian donasi senilai Rp300 juta untuk pembangunan dua sumur bor baru tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Dari pembangunan dua sumur yang didukung oleh BCA, sumur yang sudah rampung dan siap digunakan adalah Sumur Ngelorejo di Desa Gari. Melalui penguatan dan penambahan air baku, pasokan air pun terjamin untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

“Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Begitu banyak nilai manfaat dalam setiap tetesnya. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mewujudkan kepedulian dalam rangka menjaga kelestarian air bersih melalui penyediaan sumur bor,” tambah Cyrillus.

Selain itu, bencana kekeringan yang sempat melanda Gunungkidul pada Juni 2018 lalu, juga menjadi latar belakang BCA dalam meringankan langkah membantu dan menyediakan air bersih melalui sumur bor ini. Saat itu, kondisi kering tanpa hujan berdampak pada 54 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Alhasil, sebanyak 31.607 kartu keluarga (KK) dan 96.523 jiwa terpaksa kesulitan akses air bersih.

“Di sisi lain, kami kian mencermati bahwa Gunungkidul menjadi salah satu potensi wisata di Indonesia yang juga menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan ke Gunungkidul yang pada tahun 2011 sekitar 500 ribu, dan kini sudah mencapai sekitar 3 juta. Potensi alam seperti 13 situs geopark yang telah masuk jaringan geopark Gunungsewu dan telah ditetapkan UNESCO juga menjadi bentuk keunikan dari Gunungkidul. Dengan demikian, merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami dapat berkontribusi dalam tujuan mulia, menyediakan air bersih melalui sumur bor demi kemajuan hidup masyarakat sekitar yang lebih baik,” tutup Cyrillus. (SM)



Senin, 19 Nov 2018, 21:23:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 464 View
Sumur Tadah Hujan Masih Kering
Senin, 19 Nov 2018, 21:23:43 WIB Oleh : Nanang WH 686 View
Belanja Rokok Keluarga Miskin Ternyata Lebih Besar
Senin, 19 Nov 2018, 21:23:43 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1028 View
Musisi Kondang Bikin Rumah untuk Masyarakat Jogja

Tuliskan Komentar