atas

Sistem Penilaian RSST Klaten Disoal

Rabu, 06 Feb 2019 | 19:11:17 WIB, Dilihat 141 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Sistem Penilaian RSST Klaten Disoal Kasubag SDM RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Ropiningsih Apriliana. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Bulus Terbesar di Jogja Diangkut Mobil Bak Terbuka


KORANBERNAS.ID -- Sistem Penilaian Angka Kredit (PAK) karyawan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten dipertanyakan karyawan. Mereka menilai sistem yang ada selama ini tidak transparan.

Padahal para karyawan telah memenuhi syarat mengajukan berkas PAK namun kenyataannya ketika mereka hendak mengumpulkan berkas-berkas persyaratan yang dibutuhkan tiba-tiba dijawab jika waktunya sudah ditutup.

"Sebenarnya kami sudah boleh mengajukan PAK. Tapi mengapa ketika mengumpulkan berkas justru dijawab sudah tutup. Tetapi mengapa karyawan lain yang diuruskan orang dalam justru bisa mengumpulkan berkas dan ikut PAK," kata karyawan RSST, Rabu (6/2/2019).

Karyawan yang keberatan disebutkan identitasnya dengan alasan kenyamanan itu menambahkan akibat dirinya tidak bisa mengumpulkan berkas maka kesempatannya untuk naik golongan juga terhambat. Karenanya dia berharap agar pola-pola seperti ini harus dihilangkan karena RSST merupakan rumah sakit pemerintah pusat yang seharusnya memberikan contoh yang baik.

"Rumah sakit itu satu-satunya rumah sakit milik pemerintah pusat yang tidak berada di ibukota provinsi. Rumah sakit itu juga dipasangi slogan kawasan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme di banyak tempat. Tetapi mengapa untuk urusan PAK saja tidak transparan. Atau jangan-jangan harus ada sesuatunya atau diuruskan orang dalam agar bisa ikut PAK," tanya dia.

Menanggapi hal itu, direksi RSST Klaten membantah jika disebutkan tidak transparan dalam PAK. Kepala Sub Bagian SDM RSST Ropiningsih Apriliana didampingi Staf Subag SDM Hernan dan Humas RSST Dhanik mengatakan terkait dengan PAK pegawai sudah ada SK Tim-nya masing-masing dan ada syaratnya.

"Kalau dikatakan tidak transparan, itu tidak benar. Sebab kami selalu mengumumkan, termasuk di papan pengumuman sudah dipasang," katanya saat dikonfirmasi.

Ropiningsih juga membantan jika dalam kepengurusan PAK pegawai ada biaya seperti yang dicurigakan. "Tidak ada biaya sepeserpun. Untuk foto copy berkas-berkaspun kami menggunakan fasilitas kantor," jelasnya.

Diakui, PAK pegawai memang dua kali setahun yakni April dan Oktober. Namun karena prosesnya dilakukan secara online oleh Kementerian Kesehatan langsung maka ada batas waktunya. Sebagai contoh kata dia, untuk yang naik pangkat bulan April 2019 pertengahan Januari kemarin sudah tutup onlinenya. Begitu juga bagi pegawai yang akan naik pangkat pada bulan Oktober 2019 paling tidak onlinenya ditutup pertengahan Juni besok.

Saat ini RSST memiliki 1202 pegawai dan setiap tahun tercatat sekitar 150 orang yang naik pangkat. Proses kenaikan pangkat saat ini berbeda dengan dulu dimana setiap 3 tahun bisa naik pangkat. Namun di era sekarang ini kenaikan pangkat pegawai ada syaratnya.

Sebagai contoh kalau pegawai itu seorang perawat golongan I atau golongan II maka tim keperawatan yang menilai juga harus tim penilai golongan I atau golongan II. Tidak boleh tim penilai keperawatan golongan II menilai golongan III. Begitu juga dengan uji kompetensi pegawai yang saat ini ada 33 orang ditunda penerbitan angka kreditnya. Sebab jika angka kreditnya diterbitkan namun uji kompetensinya nanti diulang maka diputuskan untuk menunda penerbitan angka kredit pegawai tersebut. (yve)



Rabu, 06 Feb 2019, 19:11:17 WIB Oleh : Sholihul Hadi 12967 View
Bulus Terbesar di Jogja Diangkut Mobil Bak Terbuka
Rabu, 06 Feb 2019, 19:11:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 132 View
Catat, Jalan Gito Gati Mulai Ditutup
Rabu, 06 Feb 2019, 19:11:17 WIB Oleh : Sari Wijaya 198 View
Empat Pilar Dikuatkan, Cegah Disintegrasi

Tuliskan Komentar