TNI-stipram

Setelah Makan, Nenek Berangkat ke Hutan
Labschool Rumah Citta Cetak Pelopor Ramah Lingkungan

Senin, 03 Sep 2018 | 17:26:03 WIB, Dilihat 177 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Setelah Makan, Nenek Berangkat ke Hutan Anak-anak bermain peran gembala sapi di panggung tutup tahun Labschool Rumah Citta, menggunakan limbah kardus dan koran. (muhammad zukhronnee m/koranbernas.id)

Baca Juga : Mantan Presiden Jomblo Ini Jualan Bakpia


KORANBERNAS.ID – Sambil memegang mikrofon dan duduk di kursi kecil didampingi teman-teman sekelasnya, Arrai membawakan cerita di depan ratusan orang dewasa dan teman sebaya. Semua menyimak dengan seksama, sesekali bertepuk tangan.

Arrai, bocah berusia empat tahun itu dengan lancar bercerita tentang kisah seorang nenek, meski pilihan kosa katanya bercampur bahasa Jawa, terkesan sederhana dan lugu sehingga mengundang senyum.

“Nenek bermimpi tentang anak laki-laki yang mengajaknya ke hutan. Setelah bangun, nenek jadi pingin pergi ke hutan. Setelah makan dan mandi, nenek pun berangkat ke hutan, tapi ngampiri temannya dulu,” ujarnya.

Ningrum selaku edukator dan pendamping kelas menutup cerita Arrai dengan applause dan ucapan terima kasih. “Ini tadi Arrai benar-benar spontan. Saya dan teman-teman yang lain nggak ada yang mengarahkan cerita Arrai,” kata Ningrum.

Senin (04/06/2018) sore itu 107 anak secara bergantian mengisi panggung kelulusan Labschool Rumah Citta. Mereka menyanyi, menari hingga bermain peran menggunakan Peraga Edukatif dari limbah kardus dan koran bekas.

Siswa foto bersama usai menerima cenderamata dan selendang Pelopor Ramah lingkungan (muhammad zukhronnee m/koranbernas.id)

Acara ini digelar dalam rangka tutup tahun dan kelulusan Labschool Rumah Citta Jalan DI Panjaitan Suryodiningratan Yogyakarta.

Semua siswa yang lulus menerima cenderamata dan selendang oranye bertuliskan Pelopor Ramah Lingkungan dan selendang hijau bertuliskan Aku Bisa khusus untuk siswa yang meneruskan proses belajarnya.

“Selendang Pelopor Ramah Lingkungan yang diberikan bukan hanya hiasan keren-kerenan belaka, melainkan terdapat misi besar bagi siswa yang melanjutkan ke Sekolah Dasar,” kata F Ana Rukma Dewi SPsi, Kepala Sekolah Labschool Rumah Citta kepada koranbernas.id.

Banyak pelajaran yang ditanamkan selama setahun ini kepada anak-anak. Selain sayang teman, salah satunya yaitu Ramah Lingkungan.

Siswa selalu diajarkan Reduce, Reuse dan Recycle, mengurangi penggunaan plastik hingga membuat karya dengan barang-barang bekas.

“Kami juga mengedukasi orang tua dari siswa yang lulus semoga terus menghargai keunikan tiap-tiap anak, dan tetap konsisten jika mendapati sekolah lanjutan yang ternyata berbeda dengan cara belajar di Labschool Rumah Citta,” paparnya.

Menurut Ana, sistem rangking di sekolah konvensional harus disikapi bijak, jangan sampai menjadi alasan orang tua untuk lupa menghargai keunikan masing-masing anak.

Acara tutup tahun Labschool Rumah Citta diakhiri pementasan tarian Maumere diikuti seluruh siswa, edukator dan orang tua. (sol)



Sabtu, 01 Sep 2018, 17:26:03 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 48 View
Mantan Presiden Jomblo Ini Jualan Bakpia
Tuliskan Komentar