atas1

Setelah Go-Jek, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab

Kamis, 02 Mei 2019 | 21:28:26 WIB, Dilihat 686 Kali - Oleh warjono

SHARE


Setelah Go-Jek, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Ainul Kholid menyerahkan cinderamata untuk perwakilan mitra Grab. (istimewa)

Baca Juga : Balap Motor Liar Resahkan Warga di JLSS


KORANBERNAS.ID--Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggandeng perusahaan penyedia jasa transportasi online, Grab, untuk meningkatkan kepesertaan di wilayah DIY.

Peningkatan kerjasama antara Grab dengan BPJS Ketenagakerjaan ini, untuk memberikan perlindungan kepada para mitra Grab, baik pengendara roda empat maupun dua.

Hal ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan penyedia jasa transportasi online Grab kepada driver dan keluarganya.

“Mengingat tingkat resiko kecelakaan kerja driver Grab sangat besar. Tentunya kami ingin hadir dan memberikan perlindungan kepada mereka. Kami melakukan peningkatan kerjasama melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi mitra,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja Ainul Kholid, Kamis (2/5/2019) di Gunungkidul.

BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan penyuluhan dan materi edukasi untuk meningkatkan kesadaran terkait jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para mitra Grab.

Ainul menegaskan, untuk mitra Grab ini, pihaknya memberikan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JK). Tapi ada juga yang bisa ikut jaminan hari tua (JHT).

Kepesertaan driver online ini akan masuk ke ranah peserta Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri. Ini dikarenakan, antara provider aplikasi dan para driver bukan merupakan hubungan pemberi kerja dan pekerja, tetapi hubungan kemitraan.

Iuran untuk pekerja bukan penerima upah hanya hanya sebesar Rp 16.800 per bulan. Namun mereka sudah mendapat perlindungan untuk dua program yakni JKK dan JKM.

“Jika ingin dengan JHT, tinggal tambah 20 ribu dengan manfaat bila peserta mengalami musibah kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan di tanggung sesuai kebutuhan medis dan bila meninggal dunia biasa mendapatkan 24 juta rupiah,” kata Ainul.

Dijelaskan, untuk saat ini baru sekitar 2 ratusan dari sekitar 10 ribu mitra Grab yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mendapat perlindungan . Ke depan, diharapkan angka kepersertaan dari mitra Grab akan terus bertambah.(SM)



Kamis, 02 Mei 2019, 21:28:26 WIB Oleh : Nanang WH 507 View
Balap Motor Liar Resahkan Warga di JLSS
Kamis, 02 Mei 2019, 21:28:26 WIB Oleh : Nila Jalasutra 546 View
Kebijakan Satu Peta Hindarkan Tumpang Tindih Tata Ruang
Kamis, 02 Mei 2019, 21:28:26 WIB Oleh : Nila Jalasutra 349 View
Wartawan Ikut Terima Penghargaan

Tuliskan Komentar