atas

Seorang Meninggal Tertimbun Longsor di Dusun Pedagung

Minggu, 24 Mar 2019 | 21:47:29 WIB, Dilihat 236 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Seorang Meninggal Tertimbun Longsor di Dusun Pedagung Kondisi rumah yang hancur akibat longsor di Dusun Pedagung Pemalang Jawa Tengah. (istimewa)

Baca Juga : Peserta Audisi Puteri Muslimah Indonesia Dites Baca Quran


KORANBERNAS.ID –  Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Dusun Pedagung Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang Jawa Tengah (Jateng), Jumat (22/3/2019) malam, mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

Korban bernama Wartini (61) berhasil dievakuasi oleh prajurit TNI bersama warga, relawan serta Tagana.

Danramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang, Kapten Inf Heri Purnomo, menyatakan benar pada Jumat sekitar pukul 18:30 terjadi longsor yang menerjang dua rumah warga.

Yaitu rumah milik Maryoto (60) warga Dusun Pedagung RT 09 RW 02 dengan anggota keluarga tiga orang dan rumah Rahmat (40) sekaligus tetangganya dengan anggota keluarga tiga orang.

Prajurit Koramil Watukumpul  juga dikerahkan membantu proses evakuasi, termasuk Koramil 06/Bodeh Kodim 0711/Pemalang.

Petugas mendata kerusakan akibat longsor di di Dusun Pedagung Pemalang Jawa Tengah. (istimewa)

Menurut Kapten Heri Purnomo, wilayah Kecamatan Watukumpul mulai pukul 15:30 diguyur hujan. Satu jam berselang intensitasnya semakin tinggi dan sekitar pukul 18:30, tebing di belakang rumah Maryoto longsor.

Dalam peristiwa itu istri dari Maryoto yakni Wartini (61) tertimbun longsor. Proses pencarian korban tertimbun longsor dimulai pukul 21:00 menunggu hujan reda sehingga tidak membahayakan para penolong.

Lokasi korban ditemukan sekitar pukul 23:30 dan berhasil dievakuasi Sabtu (23/3/2019) pukul 00:30 dalam keadaan meninggal dunia tertimbun material longsor.

Setelah divisum tenaga medis Puskesmas Cikadu, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dirawat jenazahnya, didoakan dan dimakamkan.

Lokasi longsor di Dusun Pedagung Pemalang Jawa Tengah. (istimewa)

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pemalang, Wismo, menyampaikan pihaknya berkoodinasi dengan Muspika dan Pemerintah Desa mengimbau korban selamat untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Ini karena tebing dinilai masih labil jika  hujan kembali turun. Kerugian harta benda yang dialami keluarga Maryoto diperkirakan senilai Rp 50 juta, sedangkan kerugian yang diderita Rahmat Rp 35 juta. Tebing tersebut masih mengancam 21 rumah lainnya. (sol)



Minggu, 24 Mar 2019, 21:47:29 WIB Oleh : Sholihul Hadi 420 View
Peserta Audisi Puteri Muslimah Indonesia Dites Baca Quran
Minggu, 24 Mar 2019, 21:47:29 WIB Oleh : Nila Jalasutra 210 View
Rumah Ini Nyaris Tertimbun Batu-batu Besar
Minggu, 24 Mar 2019, 21:47:29 WIB Oleh : Arie Giyarto 236 View
Zaman Dulu Media Cetak Jadi Primadona

Tuliskan Komentar