TNI-stipram

Seni Itu Indah, Bisa Dinginkan Politik yang Panas

Selasa, 16 Okt 2018 | 18:50:19 WIB, Dilihat 118 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Seni Itu Indah, Bisa Dinginkan Politik yang Panas Kemeriahan pawai peserta saat pembukaan Peksiminas XIV, Selasa (16/10/2018) sore di Lapangan Pancasila UGM. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Idealnya Basarnas Miliki 10 Ribu Personel


KORANBERNAS.ID – Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr Didin Wahidin MPd, berpendapat seni selain memiliki keindahan juga punya kekuatan bisa mendinginkan suhu politik yang agak panas.

“Tahun politik ini agak panas dan Peksiminas bisa membawa angin segar keindahan,” ujarnya, Selasa (16/10/2018), di Lapangan Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) ketika membuka Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV Tahun 2018.

Event dua tahunan yang  berlangsung 15-21 Oktober tersebut diikuti peserta dari 33 provinsi se-Indonesia. Pembukaan acara ditandai pemukulan gong serta defile kontingen dari masing-masing provinsi.

Acara pembukaan berlangsung meriah ketika masing-masing peserta saat berjalan melintasi panggung kehormatan membunyikan mainan tradisional othok-othok.

Menurut Didin yang juga Ketua Umum PP Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) itu, Peksiminas yang digelar di Yogyakarta tahun ini juga mengemban misi Memayu Hayuning Bawana.

Dengan  kata lain, acara itu mampu memperindah dunia dengan seni dan kedamaian atau rahmatan lil alamin serta membawa kesan indah bagi bumi.

Sejenak mengajak peserta beserta tamu undangan mendoakan para korban bencana di Sulawesi Tengah dan Lombok serta mengirimkan Al Fatihah, Didin Wahidin kemudian mengatakan Peksiminas selain sebagai ajang kompetisi seni juga wahana silaturahim antaranak bangsa dan memperkuat komitmen kebangsaan.

“Kompetisi penting, tetapi yang lebih penting mendorong mahasiswa untuk membangun jiwa kreatif dan inovatif,” kata Didin.

Ketua Umum Peksiminas XIV Drs Anusapati MFA menyampaikan, kegiatan ini dilandasi semangat membangun kebersamaan dan indahnya keberagaman.

Peserta lomba sejumlah 1.008 orang serta 1.400 orang ofisial dan pendamping dari 33 provinsi. Harapannya, dari event tersebut lahir mahasiswa berprestasi unggul.

Sedangkan Rektor Institut Seni Indonesia (IS) Yogyakarta Prof Dr M Agus Burhan M Hum menyatakan, melalui Peksiminas diharapkan dapat terbangun mahasiswa yang berjiwa utuh sehingga menjadi sarjana dan manusia seutuhnya.

Atas nama Pemda DIY, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Singgih Raharjo menyampaikan rasa bangga DIY menjadi tuan rumah Peksiminas.

Menurut dia, Yogyakarta adalah kota yang unik dan memiliki dua wajah, yakni simbol tua kerajaan Jawa kota modern yang gemerlap.

Kota ini memiliki gairah seni yang sangat tinggi serta banyak terdapat mahasiswa yang konsens di bidang seni. (sol)



Senin, 15 Okt 2018, 18:50:19 WIB Oleh : Sholihul Hadi 167 View
Idealnya Basarnas Miliki 10 Ribu Personel
Minggu, 14 Okt 2018, 18:50:19 WIB Oleh : W Asmani 170 View
Aktivis Milenial Kupas Polemik Santri Post-Islamisme
Sabtu, 13 Okt 2018, 18:50:19 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 107 View
Bimasakti UGM Siap Tanding ke Jepang

Tuliskan Komentar