Rabu, 27 Okt 2021,


semangat-pancasila-perlu-disebarkan-secara-kreatifPara pembicara seminar sosialisasi empat pilar MPR di Gedung Sugeng Mardiyono, Pascasarjana lantai 3 Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (22/11/2019). (istimewa)


ronnee
Semangat Pancasila Perlu Disebarkan Secara Kreatif

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara telah final. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, juga telah final. Keduanya menjadi harga mati dan harus senantiasa dijaga.

Penegsan itu disampaikan anggota MPR RI, Dr. H. Hilmy Muhammad M.A, pada Sosialisasi Empat Pilar MPR yang diselenggarakan di Gedung Sugeng Mardiyono, Pascasarjana lantai 3 Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (22/11/2019). Pembicara lainnya adalah Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. (Rektor UNY), Dr. Samsuri, M.Ag. (Kepada Pusat Studi Pancasila UNY), serta M. Ainul Yaqin, M.Ed. (Ph.D. Candidate – Dosen Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga)

Final yang dimaksud oleh Hilmy adalah tidak perlu ada penambahan hal-hal lain seperti Pancasila bersyariah atau hal lainnya. Pun demikian dengan bentuk negara. Tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Kebebasan beragama dan menunaikan segala bentuk ibadah difasilitasi, dijamin dan dihargai oleh komponen bangsa.

Menurut Hilmy, Pancasila itu sudah bersyariah. Sebagai contoh, ada undang-undang pengelolaan zakat, undang-undang perkawinan, dan lain sebagainya. Memang, secara ideal, praktiknya belum bisa mengakomodir semua kepentingan, tapi justru itu yang menjadi pokok sila ke-4, yaitu bermusyawarah untuk menuju hal yang ideal.

"Jadi, dalam bermasyarakat, yang perlu kita cari adalah persamaannya, bukan perbedaannya,” ujarnya.

Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa M.Pd, menyampaikan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan karakter. “Implementasi kehidupan berpancasila sejak dini melalui pendidikan karakter dapat diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Pancasila,” ujarnya.

Sedangkan Dr. Samsuri M.Ag menyatakan, Pancasila tidak hanya dibicarakan di ruang-ruang pendidikan. Pancasila harus masuk ke ruang privat di tengah-tengah keluarga hingga ruang publik.

“Tapi sayangnya, Pancasila tak popular di generasi milenial. Maka pemanfaatan teknologi 5.0 harus lebih dimaksimalkan untuk menyebarluaskan semangat Pancasila dengan cara-cara yang kreatif,” tuturnya.

Sebagai penutup, Ainul Yaqin M.Ed mengharapkan para elit politik dapat memberikan tauladan bagi masyarakat dalam menjalankan keempat pilar tersebut dalam kehidupan berpolitik yang demokratis. (eru)


TAGS:

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini