atas1

Sehari Saja, LA Indie Movie 2019 Tantang Filmmaker Jogja

Sabtu, 02 Mar 2019 | 16:06:33 WIB, Dilihat 876 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Sehari Saja, LA Indie Movie 2019 Tantang Filmmaker Jogja Mouly Surya membagikan pengalamannya pada filmmaker muda yogyakarta, saat workshop di Pendapa Ajiyasa, Jogja Nasional Museum Sabtu, (2/3/2019). (muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Wah Sudah Bayar, Warga Sapen Tak Juga Dapat Air


KORANBERNAS.ID -- Selepas vakum selama dua tahun, LA Indie Movie (LAIM) kini hadir kembali dengan konsep yang semakin fresh dan kekinian. Mengusung tema ‘Your Movie Goes Digital’, LAIM menggelar raingkaian event bertajuk LA MovieLAnd. Sineas Muda Yogyakarta ditantang untuk mengikuti Movie Challenges dan rangkaian program lainnya.

Mouly Surya, salah satu sutradara muda berbakat Indonesia, mendapat kesempatan pertama membagikan pengalamannya kepada filmmaker muda Jogja. Ruangan pendapa Ajiyasa Jogja National Museum yang disulap dengan konsep indoor penuh terisi. Mouly yang memenangkan Piala FFI untuk Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik pada tahun 2008 ini menceritakan evolusi teknologi yang dia alami dalam berkarya. Dibandingkan jaman sekarang yang serba mudah dan cepat, yang tentunya memudahkan pula dalam pembuatan karya.

“Adakah teman-teman disini yang mengalami internet menggunakan teknologi dial-up?, tanyanya . Teknologi internet tahun 90an ini pernah populer, dan memiliki suara yang khas banget saat proses men-dial hingga connected,” papar Mouly.

Sementara itu, Novrizal selaku perwakilan LAzone.id menyampaikan bahwa acara yang digelar sejak tahun 2007, bermaksud agar menjadi jalan pembuka bagi mereka yang mempunyai passion di dunia perfilman, ingin mengasah keahliannya.

Acara ini bertujuan memberi ruang untuk kaum muda dan millenials lanjut Novrizal, mereka yang berkeinginan untuk terus kreatif berkarya menghasilkan film pendek dan eksis dengan berani mengekspresikan. Hal ini sejalan dengan spirit LAzone.id, sebagai portal yang memberikan informasi tentang gaya hidup/lifestyle, kreativitas, entertainment, komunitas, dari sisi See Things Differently,” imbuhnya

LA MovieLAnd dilaksanakan sehari saja, pada Sabtu, 2 Maret 2019 di Jogja National Museum mulai pukul 10.00 sampai pkl. 21.00. Acara sehari penuh ini akan diisi dengan berbagai program menarik antara lain Film Workshop Serries, Meet the Film Expert, Filmmaker Hunt, Casting, dan Open Air Cinema.

Filmmaker profesional akan turut hadir sebagai narasumber yang siap membagi ilmu dan pengalaman, diantaranya : Mouly Surya (Sutradara), Ifa Isfansyah (Sutradara /Produser), Agung Hapsah (Content Creator), Roy Lolang (Sinematografer), Andhy Pulung (Editor Film) dan tak ketinggalan aktor film Indonesia Oka Antara. LA MovieLAnd yang akan lanjutkan di 2 kota berikutnya yaitu 9 Maret di Malang dan 16 Maret di Jakarta.

Sejak kemunculannya pada 2007, Lingkar Alumni Indie Movie atau LA Indie Movie (LAIM) telah mewadahi para generasi muda dalam menuangkan ide dan ekspresi dirinya melalui medium film, khususnya film pendek. Serta mengajak generasi muda mengapresiasi dan menyelami proses produksi film dari hulu sampai ke hilirnya, mulai tahap penulisan naskah cerita, penyutradaraan, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga eksibisi dan distribusi. Semua ini dimentori oleh mereka yang sudah ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Rangkaian LAIM 2019 sebenarnya telah dimulai sejak November 2018 lalu dengan program LA Indie Movie Meet Up at Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Acara yang diisi dengan program sharing bersama para filmmaker experts. Dilanjutkan dengan program Story Competition dimana LA Indie Movie 2019 mencari ide cerita original dan menarik dengan tema ‘Viral’, cerita yang terpilih akan dikembangkan menjadi skenario film pendek dan diproduksi menjadi film pendek bersama produser-produser ternama tanah air.

Pendaftaran Story Competition telah dibuka sejak 27 November 2018 dan ditutup pada 24 Maret 2019 melalui www.lazone.id. Cerita yang terpilih menjadi pemenang Story Competition akan difilmkan oleh tim filmmaker yang dijaring melalui program Filmmaker Hunt dan diproduseri langsung oleh produser ternama yaitu Ifa Isfansyah, Ismail Basbeth dan Adhyatmika.

Hasil karya ini kelak didistribusikan melalui festival dan platform digital seperti Iflix, Viddsee, dan HOOQ. Pemilihan platform digital sebagai medium distribusi film LA Indie Movie 2019 ini, sejalan dengan tema yang diusung yaitu “Your Movie Goes Digital”.

Peserta workshop yang rela berpanas-panas antri masuk ruang workshop film di Pendapa Ajiyasa, Jogja Nasional Museum Sabtu, (2/3/2019). (muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Rina Damayanti selaku Direktur Festival LA Indie Movie 2019 menyatakan tema ‘Your Movie Goes Digital’ dipilih sebagai respon atas makin terintergrasinya dunia digital dalam keseharian generasi muda, tak terkecuali dalam menonton film.

“Teknologi digital yang terus berkembang membuka peluang dan tantangan baru kreativitas dan medium distribusi film. Bagaimana para pembuat film menangkap tantangan era digital sebagai ruang baru kreativitas dan juga platform distribusi ide dan karya tanpa batas,” ungkap Rina.

Mark Francis, iflix Global Director of Original Programming, menambahkan bahwa film dan serial di Indonesia siap untuk pertumbuhan yang sangat positif berkat proliferasi layanan OTT (Over the Top) seperti iflix dan sebagaimana dibuktikan oleh rencana untuk membuka ratusan bioskop baru di seluruh Nusantara.

"Penonton lokal semakin tertarik dengan hiburan lokal berkualitas, yang menjadikan wadah seperti LA Indie Movie semakin penting. Anda tidak akan mendapatkan film yang bagus tanpa pembuat film yang hebat, itulah sebabnya kami senang berkontribusi dalam mendorong pengembangan keterampilan," terangnya.

Sementara content manager Viddsee Indonesia Arie Kartikasari menyampaikan. “Sebagai platform digital untuk konten pendek premium, Viddsee bangga dapat mendukung tujuan Lingkar Alumni Indie Movie 2019 dalam mengembangkan talenta para pembuat film lokal dengan mempromosikan film mereka kepada audiens tanpa batas."

“Dengan begitu banyaknya film atau konten yang bisa kita temukan di dunia digital dan sosial media, kita perlu memilah dan memilih konten yang mempunyai nilai lebih baik itu dari segi cerita maupun segi teknisnya. Seringkali para kreator dunia digital mengesampingkan nilai-nilai itu, maka kita perlu menularkan dan membagi pengetahuan kepada generasi muda agar dapat memproduksi film pendek yang tidak kalah dengan kualitas film bioskop,” ujar Ismail Basbeth selaku produser LA Indie Movie 2019.(yve)



Sabtu, 02 Mar 2019, 16:06:33 WIB Oleh : Masal Gurusinga 743 View
Wah Sudah Bayar, Warga Sapen Tak Juga Dapat Air
Sabtu, 02 Mar 2019, 16:06:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 588 View
Belanja di Pasar Tradisional Dapat Motor
Sabtu, 02 Mar 2019, 16:06:33 WIB Oleh : Masal Gurusinga 747 View
Pangkalan Gas Melon Diduga Curang

Tuliskan Komentar